Kalender / 2026 / Juli
Tahun Hijriah Muharram – Safar 1448 H
Tahun Saka 1948 Saka
Shio Kuda
Total Hari 31 hari
0 Hari Libur Nasional
0 Cuti Bersama
Min
Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab
28
29
30
16 1 Wage
17 2 Kliwon
18 3 Legi
19 4 Pahing
20 5 Pon
21 6 Wage
22 7 Kliwon
23 8 Legi
24 9 Pahing
25 10 Pon
26 11 Wage
27 12 Kliwon
28 13 Legi
29 14 Pahing
30 15 Pon
1 Saf 16 Wage
2 17 Kliwon
3 18 Legi
4 19 Pahing
5 20 Pon
6 21 Wage
7 22 Kliwon
8 23 Legi
9 24 Pahing
10 25 Pon
11 26 Wage
12 27 Kliwon
13 28 Legi
14 29 Pahing
15 30 Pon
16 31 Wage
1

Hari Libur Bulan Ini

Daftar Hari Libur Juli 2026

Berdasarkan SKB 3 Menteri yang berlaku.

Tidak ada hari libur nasional maupun cuti bersama bulan ini.

Tentang Bulan Ini

Juli 2026

Juli 2026 terdiri dari 31 hari, dimulai pada hari Rabu dan diakhiri pada hari Jumat. Tidak terdapat hari libur nasional maupun cuti bersama resmi pemerintah pada bulan ini.

Secara perkiraan kalender Hijriah, Juli 2026 mencakup sekitar Muharram hingga Safar 1448 H (perkiraan kalkulasi — penetapan resmi mengikuti keputusan pemerintah).

Hari pertama bulan ini jatuh pada weton Rabu Wage dalam kalender Jawa.

Informasi Kalender

Detail Penanggalan Juli 2026

Kalender Jawa, Hijriah (perkiraan), Saka, dan Shio sepanjang bulan ini.

Informasi Nilai
Bulan Juli 2026
Total Hari 31 hari
Tahun Kabisat Bukan tahun kabisat
Shio Kuda
Tahun Saka 1948 Saka
Perkiraan Hijriah Muharram – Safar 1448 H
⚠️ Perkiraan, bukan penetapan resmi. Di grid kalender di atas: tanggal bertanda = prediksi hisab (belum isbat) atau perkiraan astronomi murni, tanpa tanda & berwarna hijau = sudah final (rilis resmi/terkonfirmasi Sidang Isbat). Kenapa bisa beda-beda?
Weton Hari Pertama Rabu Wage

Pertanyaan Umum

Kenapa Shio Bisa Beda dari "Tahun Masehi"?

Banyak situs kalender (termasuk yang kami cek langsung) cuma nyamain shio dengan tahun Masehi. Padahal pergantian shio yang sebenarnya terjadi di tanggal Imlek (Tahun Baru Cina), yang geser tiap tahun antara 21 Januari sampai 20 Februari — bukan 1 Januari.

Untuk Juli 2026: bulan ini sudah sesudah Imlek tahun 2026, jadi shio akuratnya sama dengan konvensi: Kuda.

Kenapa Tanggal Hijriah di Grid Kalender Ada yang Berbintang?

Tanggal Hijriah kecil di pojok tiap sel kalender dihitung lewat tiga lapis sumber, tergantung mana yang tersedia untuk bulan Hijriah tersebut: hasil Sidang Isbat pemerintah, kalender Hijriah tahunan resmi dari Kemenag RI, atau — kalau keduanya belum ada — perkiraan astronomi murni (algoritma Meeus).

Tanggal berwarna hijau tanpa bintang artinya sudah final dan tidak akan berubah lagi. Ini bisa terjadi karena dua alasan: sudah dikonfirmasi lewat Sidang Isbat (khusus bulan Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah — satu-satunya tiga bulan yang benar-benar melalui proses ini), atau karena bulan tersebut memang tidak pernah diisbat sama sekali, jadi begitu kalender resminya diterbitkan, itu sudah dianggap final.

Tanggal berwarna hijau dengan tanda khusus dipakai untuk Ramadan, Syawal, atau Dzulhijjah yang isbat-nya belum berlangsung (sehingga masih mengikuti prediksi hisab Kemenag RI, namun mungkin bergeser satu hari saat isbat). Tanggal abu-abu bertanda berarti kami belum punya data rilis resmi apa pun untuk bulan itu, jadi murni perkiraan astronomi (Meeus). Sebagian bulan di masa depan belum kami lengkapi datanya — bertahap kami perbarui begitu tersedia.

Lihat kalender Hijriah 1448 H lengkap beserta tabel konversi tanggal Masehi ke Hijriah.