Agustus 2026
Hari Libur Bulan Ini
Daftar Hari Libur Agustus 2026
Berdasarkan SKB 3 Menteri yang berlaku.
Tentang Bulan Ini
Agustus 2026
Agustus 2026 terdiri dari 31 hari, dimulai pada hari Sabtu dan diakhiri pada hari Senin. Bulan ini memuat 2 tanggal merah yang ditetapkan pemerintah Indonesia.
Tanggal Merah di Agustus 2026
Hari Kemerdekaan RI pada Senin 17 Agustus 2026. Memperingati Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang dibacakan Soekarno-Hatta pada 17 Agustus 1945, dirayakan dengan upacara bendera dan berbagai lomba di seluruh penjuru negeri.
Maulid Nabi Muhammad SAW pada Selasa 25 Agustus 2026. Memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, dirayakan umat Islam dengan pembacaan shalawat dan kisah-kisah teladan kehidupan Nabi.
Secara perkiraan kalender Hijriah, Agustus 2026 mencakup sekitar Safar hingga Rabiul Awal 1448 H (perkiraan kalkulasi — penetapan resmi mengikuti keputusan pemerintah).
Hari pertama bulan ini jatuh pada weton Sabtu Kliwon dalam kalender Jawa.
Informasi Kalender
Detail Penanggalan Agustus 2026
Kalender Jawa, Hijriah (perkiraan), Saka, dan Shio sepanjang bulan ini.
| Informasi | Nilai |
|---|---|
| Bulan | Agustus 2026 |
| Total Hari | 31 hari |
| Tahun Kabisat | Bukan tahun kabisat |
| Shio | Kuda |
| Tahun Saka | 1948 Saka |
| Perkiraan Hijriah | Safar – Rabiul Awal 1448 H |
| ⚠️ Perkiraan, bukan penetapan resmi. Di grid kalender di atas: tanggal bertanda ★ = prediksi hisab (belum isbat) atau perkiraan astronomi murni, tanpa tanda & berwarna hijau = sudah final (rilis resmi/terkonfirmasi Sidang Isbat). Kenapa bisa beda-beda? | |
| Weton Hari Pertama | Sabtu Kliwon |
Pertanyaan Umum
Kenapa Shio Bisa Beda dari "Tahun Masehi"?
Banyak situs kalender (termasuk yang kami cek langsung) cuma nyamain shio dengan tahun Masehi. Padahal pergantian shio yang sebenarnya terjadi di tanggal Imlek (Tahun Baru Cina), yang geser tiap tahun antara 21 Januari sampai 20 Februari — bukan 1 Januari.
Untuk Agustus 2026: bulan ini sudah sesudah Imlek tahun 2026, jadi shio akuratnya sama dengan konvensi: Kuda.
Kenapa Tanggal Hijriah di Grid Kalender Ada yang Berbintang?
Tanggal Hijriah kecil di pojok tiap sel kalender dihitung lewat tiga lapis sumber, tergantung mana yang tersedia untuk bulan Hijriah tersebut: hasil Sidang Isbat pemerintah, kalender Hijriah tahunan resmi dari Kemenag RI, atau — kalau keduanya belum ada — perkiraan astronomi murni (algoritma Meeus).
Tanggal berwarna hijau tanpa bintang artinya sudah final dan tidak akan berubah lagi. Ini bisa terjadi karena dua alasan: sudah dikonfirmasi lewat Sidang Isbat (khusus bulan Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah — satu-satunya tiga bulan yang benar-benar melalui proses ini), atau karena bulan tersebut memang tidak pernah diisbat sama sekali, jadi begitu kalender resminya diterbitkan, itu sudah dianggap final.
Tanggal berwarna hijau dengan tanda ★ khusus dipakai untuk Ramadan, Syawal, atau Dzulhijjah yang isbat-nya belum berlangsung (sehingga masih mengikuti prediksi hisab Kemenag RI, namun mungkin bergeser satu hari saat isbat). Tanggal abu-abu bertanda ★ berarti kami belum punya data rilis resmi apa pun untuk bulan itu, jadi murni perkiraan astronomi (Meeus). Sebagian bulan di masa depan belum kami lengkapi datanya — bertahap kami perbarui begitu tersedia.
Lihat kalender Hijriah 1448 H lengkap beserta tabel konversi tanggal Masehi ke Hijriah.