Juli 2024
Hari Libur Bulan Ini
Daftar Hari Libur Juli 2024
Berdasarkan SKB 3 Menteri yang berlaku.
Tentang Bulan Ini
Juli 2024
Juli 2024 terdiri dari 31 hari, dimulai pada hari Senin dan diakhiri pada hari Rabu. Bulan ini memuat 1 tanggal merah yang ditetapkan pemerintah Indonesia.
Tanggal Merah di Juli 2024
Tahun Baru Islam 1446 H pada Minggu 7 Juli 2024. Menandai pergantian tahun dalam kalender Hijriah, memperingati peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah.
Secara perkiraan kalender Hijriah, Juli 2024 mencakup sekitar Dzulhijjah hingga Muharram 1446 H (perkiraan kalkulasi — penetapan resmi mengikuti keputusan pemerintah).
Hari pertama bulan ini jatuh pada weton Senin Wage dalam kalender Jawa.
Informasi Kalender
Detail Penanggalan Juli 2024
Kalender Jawa, Hijriah (perkiraan), Saka, dan Shio sepanjang bulan ini.
| Informasi | Nilai |
|---|---|
| Bulan | Juli 2024 |
| Total Hari | 31 hari |
| Tahun Kabisat | ✓ Ya (366 hari) |
| Shio | Naga |
| Tahun Saka | 1946 Saka |
| Perkiraan Hijriah | Dzulhijjah 1445 – Muharram 1446 H |
| ⚠️ Perkiraan, bukan penetapan resmi. Di grid kalender di atas: tanggal bertanda ★ = prediksi hisab (belum isbat) atau perkiraan astronomi murni, tanpa tanda & berwarna hijau = sudah final (rilis resmi/terkonfirmasi Sidang Isbat). Kenapa bisa beda-beda? | |
| Weton Hari Pertama | Senin Wage |
Pertanyaan Umum
Kenapa Shio Bisa Beda dari "Tahun Masehi"?
Banyak situs kalender (termasuk yang kami cek langsung) cuma nyamain shio dengan tahun Masehi. Padahal pergantian shio yang sebenarnya terjadi di tanggal Imlek (Tahun Baru Cina), yang geser tiap tahun antara 21 Januari sampai 20 Februari — bukan 1 Januari.
Untuk Juli 2024: bulan ini sudah sesudah Imlek tahun 2024, jadi shio akuratnya sama dengan konvensi: Naga.
Kenapa Tanggal Hijriah di Grid Kalender Ada yang Berbintang?
Tanggal Hijriah kecil di pojok tiap sel kalender dihitung lewat tiga lapis sumber, tergantung mana yang tersedia untuk bulan Hijriah tersebut: hasil Sidang Isbat pemerintah, kalender Hijriah tahunan resmi dari Kemenag RI, atau — kalau keduanya belum ada — perkiraan astronomi murni (algoritma Meeus).
Tanggal berwarna hijau tanpa bintang artinya sudah final dan tidak akan berubah lagi. Ini bisa terjadi karena dua alasan: sudah dikonfirmasi lewat Sidang Isbat (khusus bulan Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah — satu-satunya tiga bulan yang benar-benar melalui proses ini), atau karena bulan tersebut memang tidak pernah diisbat sama sekali, jadi begitu kalender resminya diterbitkan, itu sudah dianggap final.
Tanggal berwarna hijau dengan tanda ★ khusus dipakai untuk Ramadan, Syawal, atau Dzulhijjah yang isbat-nya belum berlangsung (sehingga masih mengikuti prediksi hisab Kemenag RI, namun mungkin bergeser satu hari saat isbat). Tanggal abu-abu bertanda ★ berarti kami belum punya data rilis resmi apa pun untuk bulan itu, jadi murni perkiraan astronomi (Meeus). Sebagian bulan di masa depan belum kami lengkapi datanya — bertahap kami perbarui begitu tersedia.
Lihat kalender Hijriah 1446 H lengkap beserta tabel konversi tanggal Masehi ke Hijriah.