Kalender / 2024 / Juni
Tahun Hijriah Dzulkaidah – Dzulhijjah 1445 H
Tahun Saka 1946 Saka
Shio Naga
Total Hari 30 hari
2 Hari Libur Nasional
1 Cuti Bersama
Min
Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab
26
27
28
29
30
31
23 1 Wage
24 2 Kliwon
25 3 Legi
26 4 Pahing
27 5 Pon
28 6 Wage
29 7 Kliwon
1 Zlh 8 Legi
2 9 Pahing
3 10 Pon
4 11 Wage
5 12 Kliwon
6 13 Legi
7 14 Pahing
8 15 Pon
9 16 Wage
10 17 Kliwon
11 18 Legi
12 19 Pahing
13 20 Pon
14 21 Wage
15 22 Kliwon
16 23 Legi
17 24 Pahing
18 25 Pon
19 26 Wage
20 27 Kliwon
21 28 Legi
22 29 Pahing
23 30 Pon
1
2
3
4
5
6

Hari Libur Bulan Ini

Daftar Hari Libur Juni 2024

Berdasarkan SKB 3 Menteri yang berlaku.

1 Sab
Hari Lahir Pancasila Hari Libur
17 Sen
Idul Adha 1445 H Hari Libur
18 Sel
Cuti Bersama Idul Adha Cuti Bersama

Tentang Bulan Ini

Juni 2024

Juni 2024 terdiri dari 30 hari, dimulai pada hari Sabtu dan diakhiri pada hari Minggu. Bulan ini memuat 2 tanggal merah dan 1 hari cuti bersama yang ditetapkan pemerintah Indonesia.

Tanggal Merah di Juni 2024

Hari Lahir Pancasila pada Sabtu 1 Juni 2024. Memperingati pidato Soekarno pada 1 Juni 1945 di sidang BPUPKI yang merumuskan dasar negara Pancasila, ditetapkan sebagai hari libur nasional sejak 2017.

Idul Adha 1445 H pada Senin 17 Juni 2024. Hari Raya Idul Adha (Idul Qurban) memperingati kesediaan Nabi Ibrahim AS mengurbankan putranya, Ismail, atas perintah Allah SWT — dirayakan dengan ibadah kurban hewan ternak.

Cuti Bersama di Juni 2024

Cuti Bersama Idul Adha pada Selasa 18 Juni 2024. Hari cuti bersama yang ditetapkan pemerintah berdasarkan SKB 3 Menteri.

Secara perkiraan kalender Hijriah, Juni 2024 mencakup sekitar Dzulkaidah hingga Dzulhijjah 1445 H (perkiraan kalkulasi — penetapan resmi mengikuti keputusan pemerintah).

Hari pertama bulan ini jatuh pada weton Sabtu Wage dalam kalender Jawa.

Informasi Kalender

Detail Penanggalan Juni 2024

Kalender Jawa, Hijriah (perkiraan), Saka, dan Shio sepanjang bulan ini.

Informasi Nilai
Bulan Juni 2024
Total Hari 30 hari
Tahun Kabisat ✓ Ya (366 hari)
Shio Naga
Tahun Saka 1946 Saka
Perkiraan Hijriah Dzulkaidah – Dzulhijjah 1445 H
⚠️ Perkiraan, bukan penetapan resmi. Di grid kalender di atas: tanggal bertanda = prediksi hisab (belum isbat) atau perkiraan astronomi murni, tanpa tanda & berwarna hijau = sudah final (rilis resmi/terkonfirmasi Sidang Isbat). Kenapa bisa beda-beda?
Weton Hari Pertama Sabtu Wage

Pertanyaan Umum

Kenapa Shio Bisa Beda dari "Tahun Masehi"?

Banyak situs kalender (termasuk yang kami cek langsung) cuma nyamain shio dengan tahun Masehi. Padahal pergantian shio yang sebenarnya terjadi di tanggal Imlek (Tahun Baru Cina), yang geser tiap tahun antara 21 Januari sampai 20 Februari — bukan 1 Januari.

Untuk Juni 2024: bulan ini sudah sesudah Imlek tahun 2024, jadi shio akuratnya sama dengan konvensi: Naga.

Kenapa Tanggal Hijriah di Grid Kalender Ada yang Berbintang?

Tanggal Hijriah kecil di pojok tiap sel kalender dihitung lewat tiga lapis sumber, tergantung mana yang tersedia untuk bulan Hijriah tersebut: hasil Sidang Isbat pemerintah, kalender Hijriah tahunan resmi dari Kemenag RI, atau — kalau keduanya belum ada — perkiraan astronomi murni (algoritma Meeus).

Tanggal berwarna hijau tanpa bintang artinya sudah final dan tidak akan berubah lagi. Ini bisa terjadi karena dua alasan: sudah dikonfirmasi lewat Sidang Isbat (khusus bulan Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah — satu-satunya tiga bulan yang benar-benar melalui proses ini), atau karena bulan tersebut memang tidak pernah diisbat sama sekali, jadi begitu kalender resminya diterbitkan, itu sudah dianggap final.

Tanggal berwarna hijau dengan tanda khusus dipakai untuk Ramadan, Syawal, atau Dzulhijjah yang isbat-nya belum berlangsung (sehingga masih mengikuti prediksi hisab Kemenag RI, namun mungkin bergeser satu hari saat isbat). Tanggal abu-abu bertanda berarti kami belum punya data rilis resmi apa pun untuk bulan itu, jadi murni perkiraan astronomi (Meeus). Sebagian bulan di masa depan belum kami lengkapi datanya — bertahap kami perbarui begitu tersedia.

Lihat kalender Hijriah 1445 H lengkap beserta tabel konversi tanggal Masehi ke Hijriah.