Agustus 2024
Hari Libur Bulan Ini
Daftar Hari Libur Agustus 2024
Berdasarkan SKB 3 Menteri yang berlaku.
Tentang Bulan Ini
Agustus 2024
Agustus 2024 terdiri dari 31 hari, dimulai pada hari Kamis dan diakhiri pada hari Sabtu. Bulan ini memuat 1 tanggal merah yang ditetapkan pemerintah Indonesia.
Tanggal Merah di Agustus 2024
Hari Kemerdekaan RI pada Sabtu 17 Agustus 2024. Memperingati Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang dibacakan Soekarno-Hatta pada 17 Agustus 1945, dirayakan dengan upacara bendera dan berbagai lomba di seluruh penjuru negeri.
Secara perkiraan kalender Hijriah, Agustus 2024 mencakup sekitar Muharram hingga Safar 1446 H (perkiraan kalkulasi — penetapan resmi mengikuti keputusan pemerintah).
Hari pertama bulan ini jatuh pada weton Kamis Kliwon dalam kalender Jawa.
Informasi Kalender
Detail Penanggalan Agustus 2024
Kalender Jawa, Hijriah (perkiraan), Saka, dan Shio sepanjang bulan ini.
| Informasi | Nilai |
|---|---|
| Bulan | Agustus 2024 |
| Total Hari | 31 hari |
| Tahun Kabisat | ✓ Ya (366 hari) |
| Shio | Naga |
| Tahun Saka | 1946 Saka |
| Perkiraan Hijriah | Muharram – Safar 1446 H |
| ⚠️ Perkiraan, bukan penetapan resmi. Di grid kalender di atas: tanggal bertanda ★ = prediksi hisab (belum isbat) atau perkiraan astronomi murni, tanpa tanda & berwarna hijau = sudah final (rilis resmi/terkonfirmasi Sidang Isbat). Kenapa bisa beda-beda? | |
| Weton Hari Pertama | Kamis Kliwon |
Pertanyaan Umum
Kenapa Shio Bisa Beda dari "Tahun Masehi"?
Banyak situs kalender (termasuk yang kami cek langsung) cuma nyamain shio dengan tahun Masehi. Padahal pergantian shio yang sebenarnya terjadi di tanggal Imlek (Tahun Baru Cina), yang geser tiap tahun antara 21 Januari sampai 20 Februari — bukan 1 Januari.
Untuk Agustus 2024: bulan ini sudah sesudah Imlek tahun 2024, jadi shio akuratnya sama dengan konvensi: Naga.
Kenapa Tanggal Hijriah di Grid Kalender Ada yang Berbintang?
Tanggal Hijriah kecil di pojok tiap sel kalender dihitung lewat tiga lapis sumber, tergantung mana yang tersedia untuk bulan Hijriah tersebut: hasil Sidang Isbat pemerintah, kalender Hijriah tahunan resmi dari Kemenag RI, atau — kalau keduanya belum ada — perkiraan astronomi murni (algoritma Meeus).
Tanggal berwarna hijau tanpa bintang artinya sudah final dan tidak akan berubah lagi. Ini bisa terjadi karena dua alasan: sudah dikonfirmasi lewat Sidang Isbat (khusus bulan Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah — satu-satunya tiga bulan yang benar-benar melalui proses ini), atau karena bulan tersebut memang tidak pernah diisbat sama sekali, jadi begitu kalender resminya diterbitkan, itu sudah dianggap final.
Tanggal berwarna hijau dengan tanda ★ khusus dipakai untuk Ramadan, Syawal, atau Dzulhijjah yang isbat-nya belum berlangsung (sehingga masih mengikuti prediksi hisab Kemenag RI, namun mungkin bergeser satu hari saat isbat). Tanggal abu-abu bertanda ★ berarti kami belum punya data rilis resmi apa pun untuk bulan itu, jadi murni perkiraan astronomi (Meeus). Sebagian bulan di masa depan belum kami lengkapi datanya — bertahap kami perbarui begitu tersedia.
Lihat kalender Hijriah 1446 H lengkap beserta tabel konversi tanggal Masehi ke Hijriah.