Kalender / 2256 / September
Tahun Hijriah Rabiul Akhir – Jumadil Awal 1685 H
Tahun Saka 2178 Saka
Shio Monyet
Total Hari 30 hari
0 Hari Libur Nasional
0 Cuti Bersama
Min
Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab
31
10 1 Pahing
11 2 Pon
12 3 Wage
13 4 Kliwon
14 5 Legi
15 6 Pahing
16 7 Pon
17 8 Wage
18 9 Kliwon
19 10 Legi
20 11 Pahing
21 12 Pon
22 13 Wage
23 14 Kliwon
24 15 Legi
25 16 Pahing
26 17 Pon
27 18 Wage
28 19 Kliwon
29 20 Legi
1 J.Aw 21 Pahing
2 22 Pon
3 23 Wage
4 24 Kliwon
5 25 Legi
6 26 Pahing
7 27 Pon
8 28 Wage
9 29 Kliwon
10 30 Legi
1
2
3
4

Hari Libur Bulan Ini

Daftar Hari Libur September 2256

Berdasarkan SKB 3 Menteri yang berlaku.

Tidak ada hari libur nasional maupun cuti bersama bulan ini.

Tentang Bulan Ini

September 2256

September 2256 terdiri dari 30 hari, dimulai pada hari Senin dan diakhiri pada hari Selasa. Status hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2256 belum ditetapkan pemerintah.

Secara perkiraan kalender Hijriah, September 2256 mencakup sekitar Rabiul Akhir hingga Jumadil Awal 1685 H (perkiraan kalkulasi — penetapan resmi mengikuti keputusan pemerintah).

Hari pertama bulan ini jatuh pada weton Senin Pahing dalam kalender Jawa.

Informasi Kalender

Detail Penanggalan September 2256

Kalender Jawa, Hijriah (perkiraan), Saka, dan Shio sepanjang bulan ini.

Informasi Nilai
Bulan September 2256
Total Hari 30 hari
Tahun Kabisat ✓ Ya (366 hari)
Shio Monyet
Tahun Saka 2178 Saka
Perkiraan Hijriah Rabiul Akhir – Jumadil Awal 1685 H
⚠️ Perkiraan, bukan penetapan resmi. Di grid kalender di atas: tanggal bertanda = prediksi hisab (belum isbat) atau perkiraan astronomi murni, tanpa tanda & berwarna hijau = sudah final (rilis resmi/terkonfirmasi Sidang Isbat). Kenapa bisa beda-beda?
Weton Hari Pertama Senin Pahing

Pertanyaan Umum

Kenapa Shio Bisa Beda dari "Tahun Masehi"?

Banyak situs kalender (termasuk yang kami cek langsung) cuma nyamain shio dengan tahun Masehi. Padahal pergantian shio yang sebenarnya terjadi di tanggal Imlek (Tahun Baru Cina), yang geser tiap tahun antara 21 Januari sampai 20 Februari — bukan 1 Januari.

Untuk September 2256: walau kami belum punya data Imlek persis untuk tahun 2256, kami tetap bisa pastikan shio-nya — karena Imlek selalu jatuh di Januari atau Februari, dan bulan ini di luar rentang itu. Shio yang akurat: Monyet.

Kenapa Tanggal Hijriah di Grid Kalender Ada yang Berbintang?

Tanggal Hijriah kecil di pojok tiap sel kalender dihitung lewat tiga lapis sumber, tergantung mana yang tersedia untuk bulan Hijriah tersebut: hasil Sidang Isbat pemerintah, kalender Hijriah tahunan resmi dari Kemenag RI, atau — kalau keduanya belum ada — perkiraan astronomi murni (algoritma Meeus).

Tanggal berwarna hijau tanpa bintang artinya sudah final dan tidak akan berubah lagi. Ini bisa terjadi karena dua alasan: sudah dikonfirmasi lewat Sidang Isbat (khusus bulan Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah — satu-satunya tiga bulan yang benar-benar melalui proses ini), atau karena bulan tersebut memang tidak pernah diisbat sama sekali, jadi begitu kalender resminya diterbitkan, itu sudah dianggap final.

Tanggal berwarna hijau dengan tanda khusus dipakai untuk Ramadan, Syawal, atau Dzulhijjah yang isbat-nya belum berlangsung (sehingga masih mengikuti prediksi hisab Kemenag RI, namun mungkin bergeser satu hari saat isbat). Tanggal abu-abu bertanda berarti kami belum punya data rilis resmi apa pun untuk bulan itu, jadi murni perkiraan astronomi (Meeus). Sebagian bulan di masa depan belum kami lengkapi datanya — bertahap kami perbarui begitu tersedia.