Kalender / 2256 / Oktober
Tahun Hijriah Jumadil Awal – Jumadil Akhir 1685 H
Tahun Saka 2178 Saka
Shio Monyet
Total Hari 31 hari
0 Hari Libur Nasional
0 Cuti Bersama
Min
Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab
28
29
30
11 1 Pahing
12 2 Pon
13 3 Wage
14 4 Kliwon
15 5 Legi
16 6 Pahing
17 7 Pon
18 8 Wage
19 9 Kliwon
20 10 Legi
21 11 Pahing
22 12 Pon
23 13 Wage
24 14 Kliwon
25 15 Legi
26 16 Pahing
27 17 Pon
28 18 Wage
29 19 Kliwon
30 20 Legi
1 J.Ak 21 Pahing
2 22 Pon
3 23 Wage
4 24 Kliwon
5 25 Legi
6 26 Pahing
7 27 Pon
8 28 Wage
9 29 Kliwon
10 30 Legi
11 31 Pahing
1

Hari Libur Bulan Ini

Daftar Hari Libur Oktober 2256

Berdasarkan SKB 3 Menteri yang berlaku.

Tidak ada hari libur nasional maupun cuti bersama bulan ini.

Tentang Bulan Ini

Oktober 2256

Oktober 2256 terdiri dari 31 hari, dimulai pada hari Rabu dan diakhiri pada hari Jumat. Status hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2256 belum ditetapkan pemerintah.

Secara perkiraan kalender Hijriah, Oktober 2256 mencakup sekitar Jumadil Awal hingga Jumadil Akhir 1685 H (perkiraan kalkulasi — penetapan resmi mengikuti keputusan pemerintah).

Hari pertama bulan ini jatuh pada weton Rabu Pahing dalam kalender Jawa.

Informasi Kalender

Detail Penanggalan Oktober 2256

Kalender Jawa, Hijriah (perkiraan), Saka, dan Shio sepanjang bulan ini.

Informasi Nilai
Bulan Oktober 2256
Total Hari 31 hari
Tahun Kabisat ✓ Ya (366 hari)
Shio Monyet
Tahun Saka 2178 Saka
Perkiraan Hijriah Jumadil Awal – Jumadil Akhir 1685 H
⚠️ Perkiraan, bukan penetapan resmi. Di grid kalender di atas: tanggal bertanda = prediksi hisab (belum isbat) atau perkiraan astronomi murni, tanpa tanda & berwarna hijau = sudah final (rilis resmi/terkonfirmasi Sidang Isbat). Kenapa bisa beda-beda?
Weton Hari Pertama Rabu Pahing

Pertanyaan Umum

Kenapa Shio Bisa Beda dari "Tahun Masehi"?

Banyak situs kalender (termasuk yang kami cek langsung) cuma nyamain shio dengan tahun Masehi. Padahal pergantian shio yang sebenarnya terjadi di tanggal Imlek (Tahun Baru Cina), yang geser tiap tahun antara 21 Januari sampai 20 Februari — bukan 1 Januari.

Untuk Oktober 2256: walau kami belum punya data Imlek persis untuk tahun 2256, kami tetap bisa pastikan shio-nya — karena Imlek selalu jatuh di Januari atau Februari, dan bulan ini di luar rentang itu. Shio yang akurat: Monyet.

Kenapa Tanggal Hijriah di Grid Kalender Ada yang Berbintang?

Tanggal Hijriah kecil di pojok tiap sel kalender dihitung lewat tiga lapis sumber, tergantung mana yang tersedia untuk bulan Hijriah tersebut: hasil Sidang Isbat pemerintah, kalender Hijriah tahunan resmi dari Kemenag RI, atau — kalau keduanya belum ada — perkiraan astronomi murni (algoritma Meeus).

Tanggal berwarna hijau tanpa bintang artinya sudah final dan tidak akan berubah lagi. Ini bisa terjadi karena dua alasan: sudah dikonfirmasi lewat Sidang Isbat (khusus bulan Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah — satu-satunya tiga bulan yang benar-benar melalui proses ini), atau karena bulan tersebut memang tidak pernah diisbat sama sekali, jadi begitu kalender resminya diterbitkan, itu sudah dianggap final.

Tanggal berwarna hijau dengan tanda khusus dipakai untuk Ramadan, Syawal, atau Dzulhijjah yang isbat-nya belum berlangsung (sehingga masih mengikuti prediksi hisab Kemenag RI, namun mungkin bergeser satu hari saat isbat). Tanggal abu-abu bertanda berarti kami belum punya data rilis resmi apa pun untuk bulan itu, jadi murni perkiraan astronomi (Meeus). Sebagian bulan di masa depan belum kami lengkapi datanya — bertahap kami perbarui begitu tersedia.