Kalender / 2304 / Maret
Tahun Hijriah Rabiul Awal – Rabiul Akhir 1734 H
Tahun Saka 2226 Saka
Shio Monyet
Total Hari 31 hari
0 Hari Libur Nasional
0 Cuti Bersama
Min
Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab
28
29
23 1 Wage
24 2 Kliwon
25 3 Legi
26 4 Pahing
27 5 Pon
28 6 Wage
29 7 Kliwon
30 8 Legi
1 R.Ak 9 Pahing
2 10 Pon
3 11 Wage
4 12 Kliwon
5 13 Legi
6 14 Pahing
7 15 Pon
8 16 Wage
9 17 Kliwon
10 18 Legi
11 19 Pahing
12 20 Pon
13 21 Wage
14 22 Kliwon
15 23 Legi
16 24 Pahing
17 25 Pon
18 26 Wage
19 27 Kliwon
20 28 Legi
21 29 Pahing
22 30 Pon
23 31 Wage
1
2

Hari Libur Bulan Ini

Daftar Hari Libur Maret 2304

Berdasarkan SKB 3 Menteri yang berlaku.

Tidak ada hari libur nasional maupun cuti bersama bulan ini.

Tentang Bulan Ini

Maret 2304

Maret 2304 terdiri dari 31 hari, dimulai pada hari Selasa dan diakhiri pada hari Kamis. Status hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2304 belum ditetapkan pemerintah.

Secara perkiraan kalender Hijriah, Maret 2304 mencakup sekitar Rabiul Awal hingga Rabiul Akhir 1734 H (perkiraan kalkulasi — penetapan resmi mengikuti keputusan pemerintah).

Hari pertama bulan ini jatuh pada weton Selasa Wage dalam kalender Jawa.

Informasi Kalender

Detail Penanggalan Maret 2304

Kalender Jawa, Hijriah (perkiraan), Saka, dan Shio sepanjang bulan ini.

Informasi Nilai
Bulan Maret 2304
Total Hari 31 hari
Tahun Kabisat ✓ Ya (366 hari)
Shio Monyet
Tahun Saka 2226 Saka
Perkiraan Hijriah Rabiul Awal – Rabiul Akhir 1734 H
⚠️ Perkiraan, bukan penetapan resmi. Di grid kalender di atas: tanggal bertanda = prediksi hisab (belum isbat) atau perkiraan astronomi murni, tanpa tanda & berwarna hijau = sudah final (rilis resmi/terkonfirmasi Sidang Isbat). Kenapa bisa beda-beda?
Weton Hari Pertama Selasa Wage

Pertanyaan Umum

Kenapa Shio Bisa Beda dari "Tahun Masehi"?

Banyak situs kalender (termasuk yang kami cek langsung) cuma nyamain shio dengan tahun Masehi. Padahal pergantian shio yang sebenarnya terjadi di tanggal Imlek (Tahun Baru Cina), yang geser tiap tahun antara 21 Januari sampai 20 Februari — bukan 1 Januari.

Untuk Maret 2304: walau kami belum punya data Imlek persis untuk tahun 2304, kami tetap bisa pastikan shio-nya — karena Imlek selalu jatuh di Januari atau Februari, dan bulan ini di luar rentang itu. Shio yang akurat: Monyet.

Kenapa Tanggal Hijriah di Grid Kalender Ada yang Berbintang?

Tanggal Hijriah kecil di pojok tiap sel kalender dihitung lewat tiga lapis sumber, tergantung mana yang tersedia untuk bulan Hijriah tersebut: hasil Sidang Isbat pemerintah, kalender Hijriah tahunan resmi dari Kemenag RI, atau — kalau keduanya belum ada — perkiraan astronomi murni (algoritma Meeus).

Tanggal berwarna hijau tanpa bintang artinya sudah final dan tidak akan berubah lagi. Ini bisa terjadi karena dua alasan: sudah dikonfirmasi lewat Sidang Isbat (khusus bulan Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah — satu-satunya tiga bulan yang benar-benar melalui proses ini), atau karena bulan tersebut memang tidak pernah diisbat sama sekali, jadi begitu kalender resminya diterbitkan, itu sudah dianggap final.

Tanggal berwarna hijau dengan tanda khusus dipakai untuk Ramadan, Syawal, atau Dzulhijjah yang isbat-nya belum berlangsung (sehingga masih mengikuti prediksi hisab Kemenag RI, namun mungkin bergeser satu hari saat isbat). Tanggal abu-abu bertanda berarti kami belum punya data rilis resmi apa pun untuk bulan itu, jadi murni perkiraan astronomi (Meeus). Sebagian bulan di masa depan belum kami lengkapi datanya — bertahap kami perbarui begitu tersedia.