Kalender / 2304 / Februari
Tahun Hijriah Safar – Rabiul Awal 1734 H
Tahun Saka 2225 Saka
Shio Kambing/Monyet (Tahun Monyet)
Total Hari 29 hari
0 Hari Libur Nasional
0 Cuti Bersama
Min
Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab
31
23 1 Kliwon
24 2 Legi
25 3 Pahing
26 4 Pon
27 5 Wage
28 6 Kliwon
29 7 Legi
1 R.Aw 8 Pahing
2 9 Pon
3 10 Wage
4 11 Kliwon
5 12 Legi
6 13 Pahing
7 14 Pon
8 15 Wage
9 16 Kliwon
10 17 Legi
11 18 Pahing
12 19 Pon
13 20 Wage
14 21 Kliwon
15 22 Legi
16 23 Pahing
17 24 Pon
18 25 Wage
19 26 Kliwon
20 27 Legi
21 28 Pahing
22 29 Pon
1
2
3
4
5

Hari Libur Bulan Ini

Daftar Hari Libur Februari 2304

Berdasarkan SKB 3 Menteri yang berlaku.

Tidak ada hari libur nasional maupun cuti bersama bulan ini.

Tentang Bulan Ini

Februari 2304

Februari 2304 terdiri dari 29 hari, dimulai pada hari Senin dan diakhiri pada hari Senin. Status hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2304 belum ditetapkan pemerintah.

Secara perkiraan kalender Hijriah, Februari 2304 mencakup sekitar Safar hingga Rabiul Awal 1734 H (perkiraan kalkulasi — penetapan resmi mengikuti keputusan pemerintah).

Hari pertama bulan ini jatuh pada weton Senin Kliwon dalam kalender Jawa.

Informasi Kalender

Detail Penanggalan Februari 2304

Kalender Jawa, Hijriah (perkiraan), Saka, dan Shio sepanjang bulan ini.

Informasi Nilai
Bulan Februari 2304
Total Hari 29 hari
Tahun Kabisat ✓ Ya (366 hari)
Shio Kambing/Monyet (Tahun Monyet)
⚠️ Bulan ini berpotensi mengandung 2 shio berbeda (tergantung tanggal Imlek tahun 2304, yang belum kami verifikasi persis) — bukan cuma "Monyet" sesuai konvensi tahun Masehi. Kenapa?
Tahun Saka 2225 Saka
Perkiraan Hijriah Safar – Rabiul Awal 1734 H
⚠️ Perkiraan, bukan penetapan resmi. Di grid kalender di atas: tanggal bertanda = prediksi hisab (belum isbat) atau perkiraan astronomi murni, tanpa tanda & berwarna hijau = sudah final (rilis resmi/terkonfirmasi Sidang Isbat). Kenapa bisa beda-beda?
Weton Hari Pertama Senin Kliwon

Pertanyaan Umum

Kenapa Shio Bisa Beda dari "Tahun Masehi"?

Banyak situs kalender (termasuk yang kami cek langsung) cuma nyamain shio dengan tahun Masehi. Padahal pergantian shio yang sebenarnya terjadi di tanggal Imlek (Tahun Baru Cina), yang geser tiap tahun antara 21 Januari sampai 20 Februari — bukan 1 Januari.

Untuk Februari 2304: kami belum punya data Imlek persis untuk tahun 2304. Karena Imlek selalu jatuh di Januari atau Februari, bulan ini berpotensi mengandung 2 shio berbeda — kami nggak bisa pastikan yang mana tanpa data persis.

Kenapa Tanggal Hijriah di Grid Kalender Ada yang Berbintang?

Tanggal Hijriah kecil di pojok tiap sel kalender dihitung lewat tiga lapis sumber, tergantung mana yang tersedia untuk bulan Hijriah tersebut: hasil Sidang Isbat pemerintah, kalender Hijriah tahunan resmi dari Kemenag RI, atau — kalau keduanya belum ada — perkiraan astronomi murni (algoritma Meeus).

Tanggal berwarna hijau tanpa bintang artinya sudah final dan tidak akan berubah lagi. Ini bisa terjadi karena dua alasan: sudah dikonfirmasi lewat Sidang Isbat (khusus bulan Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah — satu-satunya tiga bulan yang benar-benar melalui proses ini), atau karena bulan tersebut memang tidak pernah diisbat sama sekali, jadi begitu kalender resminya diterbitkan, itu sudah dianggap final.

Tanggal berwarna hijau dengan tanda khusus dipakai untuk Ramadan, Syawal, atau Dzulhijjah yang isbat-nya belum berlangsung (sehingga masih mengikuti prediksi hisab Kemenag RI, namun mungkin bergeser satu hari saat isbat). Tanggal abu-abu bertanda berarti kami belum punya data rilis resmi apa pun untuk bulan itu, jadi murni perkiraan astronomi (Meeus). Sebagian bulan di masa depan belum kami lengkapi datanya — bertahap kami perbarui begitu tersedia.