Kalender / 2026 / Maret
Tahun Hijriah Ramadan – Syawal 1447 H
Tahun Saka 1948 Saka
Shio Kuda
Total Hari 31 hari
3 Hari Libur Nasional
4 Cuti Bersama
Min
Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab
11 1 Pahing
12 2 Pon
13 3 Wage
14 4 Kliwon
15 5 Legi
16 6 Pahing
17 7 Pon
18 8 Wage
19 9 Kliwon
20 10 Legi
21 11 Pahing
22 12 Pon
23 13 Wage
24 14 Kliwon
25 15 Legi
26 16 Pahing
27 17 Pon
28 18 Wage
29 19 Kliwon
30 20 Legi
1 Syw 21 Pahing
2 22 Pon
3 23 Wage
4 24 Kliwon
5 25 Legi
6 26 Pahing
7 27 Pon
8 28 Wage
9 29 Kliwon
10 30 Legi
11 31 Pahing
1
2
3
4

Hari Libur Bulan Ini

Daftar Hari Libur Maret 2026

Berdasarkan SKB 3 Menteri yang berlaku.

18 Rab
Cuti Bersama Hari Raya Nyepi Cuti Bersama
19 Kam
Hari Raya Nyepi Hari Libur
20 Jum
Cuti Bersama Idul Fitri Cuti Bersama
21 Sab
Idul Fitri 1447 H (Hari ke-1) Hari Libur
22 Min
Idul Fitri 1447 H (Hari ke-2) Hari Libur
23 Sen
Cuti Bersama Idul Fitri Cuti Bersama
24 Sel
Cuti Bersama Idul Fitri Cuti Bersama

Tentang Bulan Ini

Maret 2026

Maret 2026 terdiri dari 31 hari, dimulai pada hari Minggu dan diakhiri pada hari Selasa. Bulan ini memuat 3 tanggal merah dan 4 hari cuti bersama yang ditetapkan pemerintah Indonesia.

Tanggal Merah di Maret 2026

Hari Raya Nyepi pada Kamis 19 Maret 2026. Hari Raya Nyepi adalah Tahun Baru Saka umat Hindu, dirayakan dengan Catur Brata Penyepian — tidak menyalakan api, tidak bekerja, tidak bepergian, dan tidak bersenang-senang — sebagai bentuk introspeksi diri.

Idul Fitri 1447 H (Hari ke-1) pada Sabtu 21 Maret 2026. Hari Raya Idul Fitri menandai berakhirnya bulan puasa Ramadan, dirayakan umat Islam dengan salat Id, silaturahmi, dan saling memaafkan.

Idul Fitri 1447 H (Hari ke-2) pada Minggu 22 Maret 2026. Hari Raya Idul Fitri menandai berakhirnya bulan puasa Ramadan, dirayakan umat Islam dengan salat Id, silaturahmi, dan saling memaafkan.

Cuti Bersama di Maret 2026

Cuti Bersama Hari Raya Nyepi pada Rabu 18 Maret 2026. Hari cuti bersama yang ditetapkan pemerintah berdasarkan SKB 3 Menteri.

Cuti Bersama Idul Fitri pada Jumat 20 Maret 2026. Hari cuti bersama yang ditetapkan pemerintah berdasarkan SKB 3 Menteri.

Cuti Bersama Idul Fitri pada Senin 23 Maret 2026. Hari cuti bersama yang ditetapkan pemerintah berdasarkan SKB 3 Menteri.

Cuti Bersama Idul Fitri pada Selasa 24 Maret 2026. Hari cuti bersama yang ditetapkan pemerintah berdasarkan SKB 3 Menteri.

Secara perkiraan kalender Hijriah, Maret 2026 mencakup sekitar Ramadan hingga Syawal 1447 H (perkiraan kalkulasi — penetapan resmi mengikuti keputusan pemerintah).

Hari pertama bulan ini jatuh pada weton Minggu Pahing dalam kalender Jawa.

Informasi Kalender

Detail Penanggalan Maret 2026

Kalender Jawa, Hijriah (perkiraan), Saka, dan Shio sepanjang bulan ini.

Informasi Nilai
Bulan Maret 2026
Total Hari 31 hari
Tahun Kabisat Bukan tahun kabisat
Shio Kuda
Tahun Saka 1948 Saka
Perkiraan Hijriah Ramadan – Syawal 1447 H
⚠️ Perkiraan, bukan penetapan resmi. Di grid kalender di atas: tanggal bertanda = prediksi hisab (belum isbat) atau perkiraan astronomi murni, tanpa tanda & berwarna hijau = sudah final (rilis resmi/terkonfirmasi Sidang Isbat). Kenapa bisa beda-beda?
Weton Hari Pertama Minggu Pahing

Pertanyaan Umum

Kenapa Shio Bisa Beda dari "Tahun Masehi"?

Banyak situs kalender (termasuk yang kami cek langsung) cuma nyamain shio dengan tahun Masehi. Padahal pergantian shio yang sebenarnya terjadi di tanggal Imlek (Tahun Baru Cina), yang geser tiap tahun antara 21 Januari sampai 20 Februari — bukan 1 Januari.

Untuk Maret 2026: bulan ini sudah sesudah Imlek tahun 2026, jadi shio akuratnya sama dengan konvensi: Kuda.

Kenapa Tanggal Hijriah di Grid Kalender Ada yang Berbintang?

Tanggal Hijriah kecil di pojok tiap sel kalender dihitung lewat tiga lapis sumber, tergantung mana yang tersedia untuk bulan Hijriah tersebut: hasil Sidang Isbat pemerintah, kalender Hijriah tahunan resmi dari Kemenag RI, atau — kalau keduanya belum ada — perkiraan astronomi murni (algoritma Meeus).

Tanggal berwarna hijau tanpa bintang artinya sudah final dan tidak akan berubah lagi. Ini bisa terjadi karena dua alasan: sudah dikonfirmasi lewat Sidang Isbat (khusus bulan Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah — satu-satunya tiga bulan yang benar-benar melalui proses ini), atau karena bulan tersebut memang tidak pernah diisbat sama sekali, jadi begitu kalender resminya diterbitkan, itu sudah dianggap final.

Tanggal berwarna hijau dengan tanda khusus dipakai untuk Ramadan, Syawal, atau Dzulhijjah yang isbat-nya belum berlangsung (sehingga masih mengikuti prediksi hisab Kemenag RI, namun mungkin bergeser satu hari saat isbat). Tanggal abu-abu bertanda berarti kami belum punya data rilis resmi apa pun untuk bulan itu, jadi murni perkiraan astronomi (Meeus). Sebagian bulan di masa depan belum kami lengkapi datanya — bertahap kami perbarui begitu tersedia.

Lihat kalender Hijriah 1447 H lengkap beserta tabel konversi tanggal Masehi ke Hijriah.