Januari 2026
Hari Libur Bulan Ini
Daftar Hari Libur Januari 2026
Berdasarkan SKB 3 Menteri yang berlaku.
Tentang Bulan Ini
Januari 2026
Januari 2026 terdiri dari 31 hari, dimulai pada hari Kamis dan diakhiri pada hari Sabtu. Bulan ini memuat 2 tanggal merah yang ditetapkan pemerintah Indonesia.
Tanggal Merah di Januari 2026
Tahun Baru Masehi pada Kamis 1 Januari 2026. Memperingati pergantian tahun dalam kalender Masehi (Gregorian), dirayakan secara global setiap 1 Januari.
Isra Miraj pada Jumat 16 Januari 2026. Memperingati perjalanan malam Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu naik ke langit (Sidratul Muntaha) untuk menerima perintah salat lima waktu.
Secara perkiraan kalender Hijriah, Januari 2026 mencakup sekitar Rajab hingga Syaban 1447 H (perkiraan kalkulasi — penetapan resmi mengikuti keputusan pemerintah).
Hari pertama bulan ini jatuh pada weton Kamis Pon dalam kalender Jawa.
Informasi Kalender
Detail Penanggalan Januari 2026
Kalender Jawa, Hijriah (perkiraan), Saka, dan Shio sepanjang bulan ini.
| Informasi | Nilai |
|---|---|
| Bulan | Januari 2026 |
| Total Hari | 31 hari |
| Tahun Kabisat | Bukan tahun kabisat |
| Shio ⓘ | Ular (Tahun Kuda) |
| ⓘ Shio bulan ini disesuaikan dengan tanggal Imlek sebenarnya — beda dari konvensi "shio = tahun Masehi" (Kuda). Kenapa? | |
| Tahun Saka | 1947 Saka |
| Perkiraan Hijriah | Rajab – Syaban 1447 H |
| ⚠️ Perkiraan, bukan penetapan resmi. Di grid kalender di atas: tanggal bertanda ★ = prediksi hisab (belum isbat) atau perkiraan astronomi murni, tanpa tanda & berwarna hijau = sudah final (rilis resmi/terkonfirmasi Sidang Isbat). Kenapa bisa beda-beda? | |
| Weton Hari Pertama | Kamis Pon |
Pertanyaan Umum
Kenapa Shio Bisa Beda dari "Tahun Masehi"?
Banyak situs kalender (termasuk yang kami cek langsung) cuma nyamain shio dengan tahun Masehi. Padahal pergantian shio yang sebenarnya terjadi di tanggal Imlek (Tahun Baru Cina), yang geser tiap tahun antara 21 Januari sampai 20 Februari — bukan 1 Januari.
Untuk Januari 2026: bulan ini ada SEBELUM Imlek tahun 2026, jadi shio yang akurat masih shio tahun sebelumnya — bukan Kuda (konvensi tahun Masehi, yang baru berlaku mulai Imlek).
Kenapa Tanggal Hijriah di Grid Kalender Ada yang Berbintang?
Tanggal Hijriah kecil di pojok tiap sel kalender dihitung lewat tiga lapis sumber, tergantung mana yang tersedia untuk bulan Hijriah tersebut: hasil Sidang Isbat pemerintah, kalender Hijriah tahunan resmi dari Kemenag RI, atau — kalau keduanya belum ada — perkiraan astronomi murni (algoritma Meeus).
Tanggal berwarna hijau tanpa bintang artinya sudah final dan tidak akan berubah lagi. Ini bisa terjadi karena dua alasan: sudah dikonfirmasi lewat Sidang Isbat (khusus bulan Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah — satu-satunya tiga bulan yang benar-benar melalui proses ini), atau karena bulan tersebut memang tidak pernah diisbat sama sekali, jadi begitu kalender resminya diterbitkan, itu sudah dianggap final.
Tanggal berwarna hijau dengan tanda ★ khusus dipakai untuk Ramadan, Syawal, atau Dzulhijjah yang isbat-nya belum berlangsung (sehingga masih mengikuti prediksi hisab Kemenag RI, namun mungkin bergeser satu hari saat isbat). Tanggal abu-abu bertanda ★ berarti kami belum punya data rilis resmi apa pun untuk bulan itu, jadi murni perkiraan astronomi (Meeus). Sebagian bulan di masa depan belum kami lengkapi datanya — bertahap kami perbarui begitu tersedia.
Lihat kalender Hijriah 1447 H lengkap beserta tabel konversi tanggal Masehi ke Hijriah.