Kalender / 2024 / Januari
Tahun Hijriah Jumadil Akhir – Rajab 1445 H
Tahun Saka 1945 Saka
Shio Kelinci (Tahun Naga)
Total Hari 31 hari
1 Hari Libur Nasional
0 Cuti Bersama
Min
Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab
31
19 1 Pahing
20 2 Pon
21 3 Wage
22 4 Kliwon
23 5 Legi
24 6 Pahing
25 7 Pon
26 8 Wage
27 9 Kliwon
28 10 Legi
29 11 Pahing
30 12 Pon
1 Raj 13 Wage
2 14 Kliwon
3 15 Legi
4 16 Pahing
5 17 Pon
6 18 Wage
7 19 Kliwon
8 20 Legi
9 21 Pahing
10 22 Pon
11 23 Wage
12 24 Kliwon
13 25 Legi
14 26 Pahing
15 27 Pon
16 28 Wage
17 29 Kliwon
18 30 Legi
19 31 Pahing
1
2
3

Hari Libur Bulan Ini

Daftar Hari Libur Januari 2024

Berdasarkan SKB 3 Menteri yang berlaku.

1 Sen
Tahun Baru Masehi Hari Libur

Tentang Bulan Ini

Januari 2024

Januari 2024 terdiri dari 31 hari, dimulai pada hari Senin dan diakhiri pada hari Rabu. Bulan ini memuat 1 tanggal merah yang ditetapkan pemerintah Indonesia.

Tanggal Merah di Januari 2024

Tahun Baru Masehi pada Senin 1 Januari 2024. Memperingati pergantian tahun dalam kalender Masehi (Gregorian), dirayakan secara global setiap 1 Januari.

Secara perkiraan kalender Hijriah, Januari 2024 mencakup sekitar Jumadil Akhir hingga Rajab 1445 H (perkiraan kalkulasi — penetapan resmi mengikuti keputusan pemerintah).

Hari pertama bulan ini jatuh pada weton Senin Pahing dalam kalender Jawa.

Informasi Kalender

Detail Penanggalan Januari 2024

Kalender Jawa, Hijriah (perkiraan), Saka, dan Shio sepanjang bulan ini.

Informasi Nilai
Bulan Januari 2024
Total Hari 31 hari
Tahun Kabisat ✓ Ya (366 hari)
Shio Kelinci (Tahun Naga)
ⓘ Shio bulan ini disesuaikan dengan tanggal Imlek sebenarnya — beda dari konvensi "shio = tahun Masehi" (Naga). Kenapa?
Tahun Saka 1945 Saka
Perkiraan Hijriah Jumadil Akhir – Rajab 1445 H
⚠️ Perkiraan, bukan penetapan resmi. Di grid kalender di atas: tanggal bertanda = prediksi hisab (belum isbat) atau perkiraan astronomi murni, tanpa tanda & berwarna hijau = sudah final (rilis resmi/terkonfirmasi Sidang Isbat). Kenapa bisa beda-beda?
Weton Hari Pertama Senin Pahing

Pertanyaan Umum

Kenapa Shio Bisa Beda dari "Tahun Masehi"?

Banyak situs kalender (termasuk yang kami cek langsung) cuma nyamain shio dengan tahun Masehi. Padahal pergantian shio yang sebenarnya terjadi di tanggal Imlek (Tahun Baru Cina), yang geser tiap tahun antara 21 Januari sampai 20 Februari — bukan 1 Januari.

Untuk Januari 2024: bulan ini ada SEBELUM Imlek tahun 2024, jadi shio yang akurat masih shio tahun sebelumnya — bukan Naga (konvensi tahun Masehi, yang baru berlaku mulai Imlek).

Kenapa Tanggal Hijriah di Grid Kalender Ada yang Berbintang?

Tanggal Hijriah kecil di pojok tiap sel kalender dihitung lewat tiga lapis sumber, tergantung mana yang tersedia untuk bulan Hijriah tersebut: hasil Sidang Isbat pemerintah, kalender Hijriah tahunan resmi dari Kemenag RI, atau — kalau keduanya belum ada — perkiraan astronomi murni (algoritma Meeus).

Tanggal berwarna hijau tanpa bintang artinya sudah final dan tidak akan berubah lagi. Ini bisa terjadi karena dua alasan: sudah dikonfirmasi lewat Sidang Isbat (khusus bulan Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah — satu-satunya tiga bulan yang benar-benar melalui proses ini), atau karena bulan tersebut memang tidak pernah diisbat sama sekali, jadi begitu kalender resminya diterbitkan, itu sudah dianggap final.

Tanggal berwarna hijau dengan tanda khusus dipakai untuk Ramadan, Syawal, atau Dzulhijjah yang isbat-nya belum berlangsung (sehingga masih mengikuti prediksi hisab Kemenag RI, namun mungkin bergeser satu hari saat isbat). Tanggal abu-abu bertanda berarti kami belum punya data rilis resmi apa pun untuk bulan itu, jadi murni perkiraan astronomi (Meeus). Sebagian bulan di masa depan belum kami lengkapi datanya — bertahap kami perbarui begitu tersedia.

Lihat kalender Hijriah 1445 H lengkap beserta tabel konversi tanggal Masehi ke Hijriah.