Kalender / 2344 / Februari
Tahun Hijriah Jumadil Awal – Jumadil Akhir 1775 H
Tahun Saka 2265 Saka
Shio Babi/Tikus (Tahun Tikus)
Total Hari 29 hari
0 Hari Libur Nasional
0 Cuti Bersama
Min
Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab
30
31
15 1 Kliwon
16 2 Legi
17 3 Pahing
18 4 Pon
19 5 Wage
20 6 Kliwon
21 7 Legi
22 8 Pahing
23 9 Pon
24 10 Wage
25 11 Kliwon
26 12 Legi
27 13 Pahing
28 14 Pon
29 15 Wage
30 16 Kliwon
1 J.Ak 17 Legi
2 18 Pahing
3 19 Pon
4 20 Wage
5 21 Kliwon
6 22 Legi
7 23 Pahing
8 24 Pon
9 25 Wage
10 26 Kliwon
11 27 Legi
12 28 Pahing
13 29 Pon
1
2
3
4

Hari Libur Bulan Ini

Daftar Hari Libur Februari 2344

Berdasarkan SKB 3 Menteri yang berlaku.

Tidak ada hari libur nasional maupun cuti bersama bulan ini.

Tentang Bulan Ini

Februari 2344

Februari 2344 terdiri dari 29 hari, dimulai pada hari Selasa dan diakhiri pada hari Selasa. Status hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2344 belum ditetapkan pemerintah.

Secara perkiraan kalender Hijriah, Februari 2344 mencakup sekitar Jumadil Awal hingga Jumadil Akhir 1775 H (perkiraan kalkulasi — penetapan resmi mengikuti keputusan pemerintah).

Hari pertama bulan ini jatuh pada weton Selasa Kliwon dalam kalender Jawa.

Informasi Kalender

Detail Penanggalan Februari 2344

Kalender Jawa, Hijriah (perkiraan), Saka, dan Shio sepanjang bulan ini.

Informasi Nilai
Bulan Februari 2344
Total Hari 29 hari
Tahun Kabisat ✓ Ya (366 hari)
Shio Babi/Tikus (Tahun Tikus)
⚠️ Bulan ini berpotensi mengandung 2 shio berbeda (tergantung tanggal Imlek tahun 2344, yang belum kami verifikasi persis) — bukan cuma "Tikus" sesuai konvensi tahun Masehi. Kenapa?
Tahun Saka 2265 Saka
Perkiraan Hijriah Jumadil Awal – Jumadil Akhir 1775 H
⚠️ Perkiraan, bukan penetapan resmi. Di grid kalender di atas: tanggal bertanda = prediksi hisab (belum isbat) atau perkiraan astronomi murni, tanpa tanda & berwarna hijau = sudah final (rilis resmi/terkonfirmasi Sidang Isbat). Kenapa bisa beda-beda?
Weton Hari Pertama Selasa Kliwon

Pertanyaan Umum

Kenapa Shio Bisa Beda dari "Tahun Masehi"?

Banyak situs kalender (termasuk yang kami cek langsung) cuma nyamain shio dengan tahun Masehi. Padahal pergantian shio yang sebenarnya terjadi di tanggal Imlek (Tahun Baru Cina), yang geser tiap tahun antara 21 Januari sampai 20 Februari — bukan 1 Januari.

Untuk Februari 2344: kami belum punya data Imlek persis untuk tahun 2344. Karena Imlek selalu jatuh di Januari atau Februari, bulan ini berpotensi mengandung 2 shio berbeda — kami nggak bisa pastikan yang mana tanpa data persis.

Kenapa Tanggal Hijriah di Grid Kalender Ada yang Berbintang?

Tanggal Hijriah kecil di pojok tiap sel kalender dihitung lewat tiga lapis sumber, tergantung mana yang tersedia untuk bulan Hijriah tersebut: hasil Sidang Isbat pemerintah, kalender Hijriah tahunan resmi dari Kemenag RI, atau — kalau keduanya belum ada — perkiraan astronomi murni (algoritma Meeus).

Tanggal berwarna hijau tanpa bintang artinya sudah final dan tidak akan berubah lagi. Ini bisa terjadi karena dua alasan: sudah dikonfirmasi lewat Sidang Isbat (khusus bulan Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah — satu-satunya tiga bulan yang benar-benar melalui proses ini), atau karena bulan tersebut memang tidak pernah diisbat sama sekali, jadi begitu kalender resminya diterbitkan, itu sudah dianggap final.

Tanggal berwarna hijau dengan tanda khusus dipakai untuk Ramadan, Syawal, atau Dzulhijjah yang isbat-nya belum berlangsung (sehingga masih mengikuti prediksi hisab Kemenag RI, namun mungkin bergeser satu hari saat isbat). Tanggal abu-abu bertanda berarti kami belum punya data rilis resmi apa pun untuk bulan itu, jadi murni perkiraan astronomi (Meeus). Sebagian bulan di masa depan belum kami lengkapi datanya — bertahap kami perbarui begitu tersedia.