Kalender / 2404 / Maret
Tahun Hijriah Rabiul Akhir – Jumadil Awal 1837 H
Tahun Saka 2326 Saka
Shio Tikus
Total Hari 31 hari
0 Hari Libur Nasional
0 Cuti Bersama
Min
Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab
29
18 1 Wage
19 2 Kliwon
20 3 Legi
21 4 Pahing
22 5 Pon
23 6 Wage
24 7 Kliwon
25 8 Legi
26 9 Pahing
27 10 Pon
28 11 Wage
29 12 Kliwon
1 J.Aw 13 Legi
2 14 Pahing
3 15 Pon
4 16 Wage
5 17 Kliwon
6 18 Legi
7 19 Pahing
8 20 Pon
9 21 Wage
10 22 Kliwon
11 23 Legi
12 24 Pahing
13 25 Pon
14 26 Wage
15 27 Kliwon
16 28 Legi
17 29 Pahing
18 30 Pon
19 31 Wage
1
2
3

Hari Libur Bulan Ini

Daftar Hari Libur Maret 2404

Berdasarkan SKB 3 Menteri yang berlaku.

Tidak ada hari libur nasional maupun cuti bersama bulan ini.

Tentang Bulan Ini

Maret 2404

Maret 2404 terdiri dari 31 hari, dimulai pada hari Senin dan diakhiri pada hari Rabu. Status hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2404 belum ditetapkan pemerintah.

Secara perkiraan kalender Hijriah, Maret 2404 mencakup sekitar Rabiul Akhir hingga Jumadil Awal 1837 H (perkiraan kalkulasi — penetapan resmi mengikuti keputusan pemerintah).

Hari pertama bulan ini jatuh pada weton Senin Wage dalam kalender Jawa.

Informasi Kalender

Detail Penanggalan Maret 2404

Kalender Jawa, Hijriah (perkiraan), Saka, dan Shio sepanjang bulan ini.

Informasi Nilai
Bulan Maret 2404
Total Hari 31 hari
Tahun Kabisat ✓ Ya (366 hari)
Shio Tikus
Tahun Saka 2326 Saka
Perkiraan Hijriah Rabiul Akhir – Jumadil Awal 1837 H
⚠️ Perkiraan, bukan penetapan resmi. Di grid kalender di atas: tanggal bertanda = prediksi hisab (belum isbat) atau perkiraan astronomi murni, tanpa tanda & berwarna hijau = sudah final (rilis resmi/terkonfirmasi Sidang Isbat). Kenapa bisa beda-beda?
Weton Hari Pertama Senin Wage

Pertanyaan Umum

Kenapa Shio Bisa Beda dari "Tahun Masehi"?

Banyak situs kalender (termasuk yang kami cek langsung) cuma nyamain shio dengan tahun Masehi. Padahal pergantian shio yang sebenarnya terjadi di tanggal Imlek (Tahun Baru Cina), yang geser tiap tahun antara 21 Januari sampai 20 Februari — bukan 1 Januari.

Untuk Maret 2404: walau kami belum punya data Imlek persis untuk tahun 2404, kami tetap bisa pastikan shio-nya — karena Imlek selalu jatuh di Januari atau Februari, dan bulan ini di luar rentang itu. Shio yang akurat: Tikus.

Kenapa Tanggal Hijriah di Grid Kalender Ada yang Berbintang?

Tanggal Hijriah kecil di pojok tiap sel kalender dihitung lewat tiga lapis sumber, tergantung mana yang tersedia untuk bulan Hijriah tersebut: hasil Sidang Isbat pemerintah, kalender Hijriah tahunan resmi dari Kemenag RI, atau — kalau keduanya belum ada — perkiraan astronomi murni (algoritma Meeus).

Tanggal berwarna hijau tanpa bintang artinya sudah final dan tidak akan berubah lagi. Ini bisa terjadi karena dua alasan: sudah dikonfirmasi lewat Sidang Isbat (khusus bulan Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah — satu-satunya tiga bulan yang benar-benar melalui proses ini), atau karena bulan tersebut memang tidak pernah diisbat sama sekali, jadi begitu kalender resminya diterbitkan, itu sudah dianggap final.

Tanggal berwarna hijau dengan tanda khusus dipakai untuk Ramadan, Syawal, atau Dzulhijjah yang isbat-nya belum berlangsung (sehingga masih mengikuti prediksi hisab Kemenag RI, namun mungkin bergeser satu hari saat isbat). Tanggal abu-abu bertanda berarti kami belum punya data rilis resmi apa pun untuk bulan itu, jadi murni perkiraan astronomi (Meeus). Sebagian bulan di masa depan belum kami lengkapi datanya — bertahap kami perbarui begitu tersedia.