Kalender / 2314 / Juni
Tahun Hijriah Syawal – Dzulkaidah 1744 H
Tahun Saka 2236 Saka
Shio Kuda
Total Hari 30 hari
0 Hari Libur Nasional
0 Cuti Bersama
Min
Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab
31
16 1 Pon
17 2 Wage
18 3 Kliwon
19 4 Legi
20 5 Pahing
21 6 Pon
22 7 Wage
23 8 Kliwon
24 9 Legi
25 10 Pahing
26 11 Pon
27 12 Wage
28 13 Kliwon
29 14 Legi
1 Zqd 15 Pahing
2 16 Pon
3 17 Wage
4 18 Kliwon
5 19 Legi
6 20 Pahing
7 21 Pon
8 22 Wage
9 23 Kliwon
10 24 Legi
11 25 Pahing
12 26 Pon
13 27 Wage
14 28 Kliwon
15 29 Legi
16 30 Pahing
1
2
3
4

Hari Libur Bulan Ini

Daftar Hari Libur Juni 2314

Berdasarkan SKB 3 Menteri yang berlaku.

Tidak ada hari libur nasional maupun cuti bersama bulan ini.

Tentang Bulan Ini

Juni 2314

Juni 2314 terdiri dari 30 hari, dimulai pada hari Senin dan diakhiri pada hari Selasa. Status hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2314 belum ditetapkan pemerintah.

Secara perkiraan kalender Hijriah, Juni 2314 mencakup sekitar Syawal hingga Dzulkaidah 1744 H (perkiraan kalkulasi — penetapan resmi mengikuti keputusan pemerintah).

Hari pertama bulan ini jatuh pada weton Senin Pon dalam kalender Jawa.

Informasi Kalender

Detail Penanggalan Juni 2314

Kalender Jawa, Hijriah (perkiraan), Saka, dan Shio sepanjang bulan ini.

Informasi Nilai
Bulan Juni 2314
Total Hari 30 hari
Tahun Kabisat Bukan tahun kabisat
Shio Kuda
Tahun Saka 2236 Saka
Perkiraan Hijriah Syawal – Dzulkaidah 1744 H
⚠️ Perkiraan, bukan penetapan resmi. Di grid kalender di atas: tanggal bertanda = prediksi hisab (belum isbat) atau perkiraan astronomi murni, tanpa tanda & berwarna hijau = sudah final (rilis resmi/terkonfirmasi Sidang Isbat). Kenapa bisa beda-beda?
Weton Hari Pertama Senin Pon

Pertanyaan Umum

Kenapa Shio Bisa Beda dari "Tahun Masehi"?

Banyak situs kalender (termasuk yang kami cek langsung) cuma nyamain shio dengan tahun Masehi. Padahal pergantian shio yang sebenarnya terjadi di tanggal Imlek (Tahun Baru Cina), yang geser tiap tahun antara 21 Januari sampai 20 Februari — bukan 1 Januari.

Untuk Juni 2314: walau kami belum punya data Imlek persis untuk tahun 2314, kami tetap bisa pastikan shio-nya — karena Imlek selalu jatuh di Januari atau Februari, dan bulan ini di luar rentang itu. Shio yang akurat: Kuda.

Kenapa Tanggal Hijriah di Grid Kalender Ada yang Berbintang?

Tanggal Hijriah kecil di pojok tiap sel kalender dihitung lewat tiga lapis sumber, tergantung mana yang tersedia untuk bulan Hijriah tersebut: hasil Sidang Isbat pemerintah, kalender Hijriah tahunan resmi dari Kemenag RI, atau — kalau keduanya belum ada — perkiraan astronomi murni (algoritma Meeus).

Tanggal berwarna hijau tanpa bintang artinya sudah final dan tidak akan berubah lagi. Ini bisa terjadi karena dua alasan: sudah dikonfirmasi lewat Sidang Isbat (khusus bulan Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah — satu-satunya tiga bulan yang benar-benar melalui proses ini), atau karena bulan tersebut memang tidak pernah diisbat sama sekali, jadi begitu kalender resminya diterbitkan, itu sudah dianggap final.

Tanggal berwarna hijau dengan tanda khusus dipakai untuk Ramadan, Syawal, atau Dzulhijjah yang isbat-nya belum berlangsung (sehingga masih mengikuti prediksi hisab Kemenag RI, namun mungkin bergeser satu hari saat isbat). Tanggal abu-abu bertanda berarti kami belum punya data rilis resmi apa pun untuk bulan itu, jadi murni perkiraan astronomi (Meeus). Sebagian bulan di masa depan belum kami lengkapi datanya — bertahap kami perbarui begitu tersedia.