Kalender / 2256 / Juni
Tahun Hijriah Muharram – Safar 1685 H
Tahun Saka 2178 Saka
Shio Monyet
Total Hari 30 hari
0 Hari Libur Nasional
0 Cuti Bersama
Min
Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab
6 1 Kliwon
7 2 Legi
8 3 Pahing
9 4 Pon
10 5 Wage
11 6 Kliwon
12 7 Legi
13 8 Pahing
14 9 Pon
15 10 Wage
16 11 Kliwon
17 12 Legi
18 13 Pahing
19 14 Pon
20 15 Wage
21 16 Kliwon
22 17 Legi
23 18 Pahing
24 19 Pon
25 20 Wage
26 21 Kliwon
27 22 Legi
28 23 Pahing
29 24 Pon
1 Saf 25 Wage
2 26 Kliwon
3 27 Legi
4 28 Pahing
5 29 Pon
6 30 Wage
1
2
3
4
5

Hari Libur Bulan Ini

Daftar Hari Libur Juni 2256

Berdasarkan SKB 3 Menteri yang berlaku.

Tidak ada hari libur nasional maupun cuti bersama bulan ini.

Tentang Bulan Ini

Juni 2256

Juni 2256 terdiri dari 30 hari, dimulai pada hari Minggu dan diakhiri pada hari Senin. Status hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2256 belum ditetapkan pemerintah.

Secara perkiraan kalender Hijriah, Juni 2256 mencakup sekitar Muharram hingga Safar 1685 H (perkiraan kalkulasi — penetapan resmi mengikuti keputusan pemerintah).

Hari pertama bulan ini jatuh pada weton Minggu Kliwon dalam kalender Jawa.

Informasi Kalender

Detail Penanggalan Juni 2256

Kalender Jawa, Hijriah (perkiraan), Saka, dan Shio sepanjang bulan ini.

Informasi Nilai
Bulan Juni 2256
Total Hari 30 hari
Tahun Kabisat ✓ Ya (366 hari)
Shio Monyet
Tahun Saka 2178 Saka
Perkiraan Hijriah Muharram – Safar 1685 H
⚠️ Perkiraan, bukan penetapan resmi. Di grid kalender di atas: tanggal bertanda = prediksi hisab (belum isbat) atau perkiraan astronomi murni, tanpa tanda & berwarna hijau = sudah final (rilis resmi/terkonfirmasi Sidang Isbat). Kenapa bisa beda-beda?
Weton Hari Pertama Minggu Kliwon

Pertanyaan Umum

Kenapa Shio Bisa Beda dari "Tahun Masehi"?

Banyak situs kalender (termasuk yang kami cek langsung) cuma nyamain shio dengan tahun Masehi. Padahal pergantian shio yang sebenarnya terjadi di tanggal Imlek (Tahun Baru Cina), yang geser tiap tahun antara 21 Januari sampai 20 Februari — bukan 1 Januari.

Untuk Juni 2256: walau kami belum punya data Imlek persis untuk tahun 2256, kami tetap bisa pastikan shio-nya — karena Imlek selalu jatuh di Januari atau Februari, dan bulan ini di luar rentang itu. Shio yang akurat: Monyet.

Kenapa Tanggal Hijriah di Grid Kalender Ada yang Berbintang?

Tanggal Hijriah kecil di pojok tiap sel kalender dihitung lewat tiga lapis sumber, tergantung mana yang tersedia untuk bulan Hijriah tersebut: hasil Sidang Isbat pemerintah, kalender Hijriah tahunan resmi dari Kemenag RI, atau — kalau keduanya belum ada — perkiraan astronomi murni (algoritma Meeus).

Tanggal berwarna hijau tanpa bintang artinya sudah final dan tidak akan berubah lagi. Ini bisa terjadi karena dua alasan: sudah dikonfirmasi lewat Sidang Isbat (khusus bulan Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah — satu-satunya tiga bulan yang benar-benar melalui proses ini), atau karena bulan tersebut memang tidak pernah diisbat sama sekali, jadi begitu kalender resminya diterbitkan, itu sudah dianggap final.

Tanggal berwarna hijau dengan tanda khusus dipakai untuk Ramadan, Syawal, atau Dzulhijjah yang isbat-nya belum berlangsung (sehingga masih mengikuti prediksi hisab Kemenag RI, namun mungkin bergeser satu hari saat isbat). Tanggal abu-abu bertanda berarti kami belum punya data rilis resmi apa pun untuk bulan itu, jadi murni perkiraan astronomi (Meeus). Sebagian bulan di masa depan belum kami lengkapi datanya — bertahap kami perbarui begitu tersedia.