Hari Libur Bulan Ini
Daftar Hari Libur Juni 2255
Berdasarkan SKB 3 Menteri yang berlaku.
Tidak ada hari libur nasional maupun cuti bersama bulan ini.
Tentang Bulan Ini
Juni 2255
Juni 2255 terdiri dari 30 hari, dimulai pada hari Jumat dan diakhiri pada hari Sabtu. Status hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2255 belum ditetapkan pemerintah.
Secara perkiraan kalender Hijriah, Juni 2255 mencakup sekitar Dzulhijjah hingga Muharram 1684 H (perkiraan kalkulasi — penetapan resmi mengikuti keputusan pemerintah).
Hari pertama bulan ini jatuh pada weton Jumat Wage dalam kalender Jawa.
Informasi Kalender
Detail Penanggalan Juni 2255
Kalender Jawa, Hijriah (perkiraan), Saka, dan Shio sepanjang bulan ini.
| Informasi | Nilai |
|---|---|
| Bulan | Juni 2255 |
| Total Hari | 30 hari |
| Tahun Kabisat | Bukan tahun kabisat |
| Shio | Kambing |
| Tahun Saka | 2177 Saka |
| Perkiraan Hijriah | Dzulhijjah 1683 – Muharram 1684 H |
| ⚠️ Perkiraan, bukan penetapan resmi. Di grid kalender di atas: tanggal bertanda ★ = prediksi hisab (belum isbat) atau perkiraan astronomi murni, tanpa tanda & berwarna hijau = sudah final (rilis resmi/terkonfirmasi Sidang Isbat). Kenapa bisa beda-beda? | |
| Weton Hari Pertama | Jumat Wage |
Pertanyaan Umum
Kenapa Shio Bisa Beda dari "Tahun Masehi"?
Banyak situs kalender (termasuk yang kami cek langsung) cuma nyamain shio dengan tahun Masehi. Padahal pergantian shio yang sebenarnya terjadi di tanggal Imlek (Tahun Baru Cina), yang geser tiap tahun antara 21 Januari sampai 20 Februari — bukan 1 Januari.
Untuk Juni 2255: walau kami belum punya data Imlek persis untuk tahun 2255, kami tetap bisa pastikan shio-nya — karena Imlek selalu jatuh di Januari atau Februari, dan bulan ini di luar rentang itu. Shio yang akurat: Kambing.
Kenapa Tanggal Hijriah di Grid Kalender Ada yang Berbintang?
Tanggal Hijriah kecil di pojok tiap sel kalender dihitung lewat tiga lapis sumber, tergantung mana yang tersedia untuk bulan Hijriah tersebut: hasil Sidang Isbat pemerintah, kalender Hijriah tahunan resmi dari Kemenag RI, atau — kalau keduanya belum ada — perkiraan astronomi murni (algoritma Meeus).
Tanggal berwarna hijau tanpa bintang artinya sudah final dan tidak akan berubah lagi. Ini bisa terjadi karena dua alasan: sudah dikonfirmasi lewat Sidang Isbat (khusus bulan Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah — satu-satunya tiga bulan yang benar-benar melalui proses ini), atau karena bulan tersebut memang tidak pernah diisbat sama sekali, jadi begitu kalender resminya diterbitkan, itu sudah dianggap final.
Tanggal berwarna hijau dengan tanda ★ khusus dipakai untuk Ramadan, Syawal, atau Dzulhijjah yang isbat-nya belum berlangsung (sehingga masih mengikuti prediksi hisab Kemenag RI, namun mungkin bergeser satu hari saat isbat). Tanggal abu-abu bertanda ★ berarti kami belum punya data rilis resmi apa pun untuk bulan itu, jadi murni perkiraan astronomi (Meeus). Sebagian bulan di masa depan belum kami lengkapi datanya — bertahap kami perbarui begitu tersedia.