Kalender / 2340 / Juli
Tahun Hijriah Ramadan – Syawal 1771 H
Tahun Saka 2262 Saka
Shio Monyet
Total Hari 31 hari
0 Hari Libur Nasional
0 Cuti Bersama
Min
Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab
30
5 1 Kliwon
6 2 Legi
7 3 Pahing
8 4 Pon
9 5 Wage
10 6 Kliwon
11 7 Legi
12 8 Pahing
13 9 Pon
14 10 Wage
15 11 Kliwon
16 12 Legi
17 13 Pahing
18 14 Pon
19 15 Wage
20 16 Kliwon
21 17 Legi
22 18 Pahing
23 19 Pon
24 20 Wage
25 21 Kliwon
26 22 Legi
27 23 Pahing
28 24 Pon
29 25 Wage
30 26 Kliwon
1 Syw 27 Legi
2 28 Pahing
3 29 Pon
4 30 Wage
5 31 Kliwon
1
2
3

Hari Libur Bulan Ini

Daftar Hari Libur Juli 2340

Berdasarkan SKB 3 Menteri yang berlaku.

Tidak ada hari libur nasional maupun cuti bersama bulan ini.

Tentang Bulan Ini

Juli 2340

Juli 2340 terdiri dari 31 hari, dimulai pada hari Senin dan diakhiri pada hari Rabu. Status hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2340 belum ditetapkan pemerintah.

Secara perkiraan kalender Hijriah, Juli 2340 mencakup sekitar Ramadan hingga Syawal 1771 H (perkiraan kalkulasi — penetapan resmi mengikuti keputusan pemerintah).

Hari pertama bulan ini jatuh pada weton Senin Kliwon dalam kalender Jawa.

Informasi Kalender

Detail Penanggalan Juli 2340

Kalender Jawa, Hijriah (perkiraan), Saka, dan Shio sepanjang bulan ini.

Informasi Nilai
Bulan Juli 2340
Total Hari 31 hari
Tahun Kabisat ✓ Ya (366 hari)
Shio Monyet
Tahun Saka 2262 Saka
Perkiraan Hijriah Ramadan – Syawal 1771 H
⚠️ Perkiraan, bukan penetapan resmi. Di grid kalender di atas: tanggal bertanda = prediksi hisab (belum isbat) atau perkiraan astronomi murni, tanpa tanda & berwarna hijau = sudah final (rilis resmi/terkonfirmasi Sidang Isbat). Kenapa bisa beda-beda?
Weton Hari Pertama Senin Kliwon

Pertanyaan Umum

Kenapa Shio Bisa Beda dari "Tahun Masehi"?

Banyak situs kalender (termasuk yang kami cek langsung) cuma nyamain shio dengan tahun Masehi. Padahal pergantian shio yang sebenarnya terjadi di tanggal Imlek (Tahun Baru Cina), yang geser tiap tahun antara 21 Januari sampai 20 Februari — bukan 1 Januari.

Untuk Juli 2340: walau kami belum punya data Imlek persis untuk tahun 2340, kami tetap bisa pastikan shio-nya — karena Imlek selalu jatuh di Januari atau Februari, dan bulan ini di luar rentang itu. Shio yang akurat: Monyet.

Kenapa Tanggal Hijriah di Grid Kalender Ada yang Berbintang?

Tanggal Hijriah kecil di pojok tiap sel kalender dihitung lewat tiga lapis sumber, tergantung mana yang tersedia untuk bulan Hijriah tersebut: hasil Sidang Isbat pemerintah, kalender Hijriah tahunan resmi dari Kemenag RI, atau — kalau keduanya belum ada — perkiraan astronomi murni (algoritma Meeus).

Tanggal berwarna hijau tanpa bintang artinya sudah final dan tidak akan berubah lagi. Ini bisa terjadi karena dua alasan: sudah dikonfirmasi lewat Sidang Isbat (khusus bulan Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah — satu-satunya tiga bulan yang benar-benar melalui proses ini), atau karena bulan tersebut memang tidak pernah diisbat sama sekali, jadi begitu kalender resminya diterbitkan, itu sudah dianggap final.

Tanggal berwarna hijau dengan tanda khusus dipakai untuk Ramadan, Syawal, atau Dzulhijjah yang isbat-nya belum berlangsung (sehingga masih mengikuti prediksi hisab Kemenag RI, namun mungkin bergeser satu hari saat isbat). Tanggal abu-abu bertanda berarti kami belum punya data rilis resmi apa pun untuk bulan itu, jadi murni perkiraan astronomi (Meeus). Sebagian bulan di masa depan belum kami lengkapi datanya — bertahap kami perbarui begitu tersedia.