Kalender / 2448 / Januari
Tahun Hijriah Jumadil Akhir – Rajab 1882 H
Tahun Saka 2369 Saka
Shio Kambing/Monyet (Tahun Monyet)
Total Hari 31 hari
0 Hari Libur Nasional
0 Cuti Bersama
Min
Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab
29
30
31
23 1 Kliwon
24 2 Legi
25 3 Pahing
26 4 Pon
27 5 Wage
28 6 Kliwon
29 7 Legi
1 Raj 8 Pahing
2 9 Pon
3 10 Wage
4 11 Kliwon
5 12 Legi
6 13 Pahing
7 14 Pon
8 15 Wage
9 16 Kliwon
10 17 Legi
11 18 Pahing
12 19 Pon
13 20 Wage
14 21 Kliwon
15 22 Legi
16 23 Pahing
17 24 Pon
18 25 Wage
19 26 Kliwon
20 27 Legi
21 28 Pahing
22 29 Pon
23 30 Wage
24 31 Kliwon
1

Hari Libur Bulan Ini

Daftar Hari Libur Januari 2448

Berdasarkan SKB 3 Menteri yang berlaku.

Tidak ada hari libur nasional maupun cuti bersama bulan ini.

Tentang Bulan Ini

Januari 2448

Januari 2448 terdiri dari 31 hari, dimulai pada hari Rabu dan diakhiri pada hari Jumat. Status hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2448 belum ditetapkan pemerintah.

Secara perkiraan kalender Hijriah, Januari 2448 mencakup sekitar Jumadil Akhir hingga Rajab 1882 H (perkiraan kalkulasi — penetapan resmi mengikuti keputusan pemerintah).

Hari pertama bulan ini jatuh pada weton Rabu Kliwon dalam kalender Jawa.

Informasi Kalender

Detail Penanggalan Januari 2448

Kalender Jawa, Hijriah (perkiraan), Saka, dan Shio sepanjang bulan ini.

Informasi Nilai
Bulan Januari 2448
Total Hari 31 hari
Tahun Kabisat ✓ Ya (366 hari)
Shio Kambing/Monyet (Tahun Monyet)
⚠️ Bulan ini berpotensi mengandung 2 shio berbeda (tergantung tanggal Imlek tahun 2448, yang belum kami verifikasi persis) — bukan cuma "Monyet" sesuai konvensi tahun Masehi. Kenapa?
Tahun Saka 2369 Saka
Perkiraan Hijriah Jumadil Akhir – Rajab 1882 H
⚠️ Perkiraan, bukan penetapan resmi. Di grid kalender di atas: tanggal bertanda = prediksi hisab (belum isbat) atau perkiraan astronomi murni, tanpa tanda & berwarna hijau = sudah final (rilis resmi/terkonfirmasi Sidang Isbat). Kenapa bisa beda-beda?
Weton Hari Pertama Rabu Kliwon

Pertanyaan Umum

Kenapa Shio Bisa Beda dari "Tahun Masehi"?

Banyak situs kalender (termasuk yang kami cek langsung) cuma nyamain shio dengan tahun Masehi. Padahal pergantian shio yang sebenarnya terjadi di tanggal Imlek (Tahun Baru Cina), yang geser tiap tahun antara 21 Januari sampai 20 Februari — bukan 1 Januari.

Untuk Januari 2448: kami belum punya data Imlek persis untuk tahun 2448. Karena Imlek selalu jatuh di Januari atau Februari, bulan ini berpotensi mengandung 2 shio berbeda — kami nggak bisa pastikan yang mana tanpa data persis.

Kenapa Tanggal Hijriah di Grid Kalender Ada yang Berbintang?

Tanggal Hijriah kecil di pojok tiap sel kalender dihitung lewat tiga lapis sumber, tergantung mana yang tersedia untuk bulan Hijriah tersebut: hasil Sidang Isbat pemerintah, kalender Hijriah tahunan resmi dari Kemenag RI, atau — kalau keduanya belum ada — perkiraan astronomi murni (algoritma Meeus).

Tanggal berwarna hijau tanpa bintang artinya sudah final dan tidak akan berubah lagi. Ini bisa terjadi karena dua alasan: sudah dikonfirmasi lewat Sidang Isbat (khusus bulan Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah — satu-satunya tiga bulan yang benar-benar melalui proses ini), atau karena bulan tersebut memang tidak pernah diisbat sama sekali, jadi begitu kalender resminya diterbitkan, itu sudah dianggap final.

Tanggal berwarna hijau dengan tanda khusus dipakai untuk Ramadan, Syawal, atau Dzulhijjah yang isbat-nya belum berlangsung (sehingga masih mengikuti prediksi hisab Kemenag RI, namun mungkin bergeser satu hari saat isbat). Tanggal abu-abu bertanda berarti kami belum punya data rilis resmi apa pun untuk bulan itu, jadi murni perkiraan astronomi (Meeus). Sebagian bulan di masa depan belum kami lengkapi datanya — bertahap kami perbarui begitu tersedia.