Kalender / 2346 / Januari
Tahun Hijriah Jumadil Awal – Jumadil Akhir 1777 H
Tahun Saka 2267 Saka
Shio Kerbau/Macan (Tahun Macan)
Total Hari 31 hari
0 Hari Libur Nasional
0 Cuti Bersama
Min
Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab
30
31
7 1 Kliwon
8 2 Legi
9 3 Pahing
10 4 Pon
11 5 Wage
12 6 Kliwon
13 7 Legi
14 8 Pahing
15 9 Pon
16 10 Wage
17 11 Kliwon
18 12 Legi
19 13 Pahing
20 14 Pon
21 15 Wage
22 16 Kliwon
23 17 Legi
24 18 Pahing
25 19 Pon
26 20 Wage
27 21 Kliwon
28 22 Legi
29 23 Pahing
30 24 Pon
1 J.Ak 25 Wage
2 26 Kliwon
3 27 Legi
4 28 Pahing
5 29 Pon
6 30 Wage
7 31 Kliwon
1
2

Hari Libur Bulan Ini

Daftar Hari Libur Januari 2346

Berdasarkan SKB 3 Menteri yang berlaku.

Tidak ada hari libur nasional maupun cuti bersama bulan ini.

Tentang Bulan Ini

Januari 2346

Januari 2346 terdiri dari 31 hari, dimulai pada hari Selasa dan diakhiri pada hari Kamis. Status hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2346 belum ditetapkan pemerintah.

Secara perkiraan kalender Hijriah, Januari 2346 mencakup sekitar Jumadil Awal hingga Jumadil Akhir 1777 H (perkiraan kalkulasi — penetapan resmi mengikuti keputusan pemerintah).

Hari pertama bulan ini jatuh pada weton Selasa Kliwon dalam kalender Jawa.

Informasi Kalender

Detail Penanggalan Januari 2346

Kalender Jawa, Hijriah (perkiraan), Saka, dan Shio sepanjang bulan ini.

Informasi Nilai
Bulan Januari 2346
Total Hari 31 hari
Tahun Kabisat Bukan tahun kabisat
Shio Kerbau/Macan (Tahun Macan)
⚠️ Bulan ini berpotensi mengandung 2 shio berbeda (tergantung tanggal Imlek tahun 2346, yang belum kami verifikasi persis) — bukan cuma "Macan" sesuai konvensi tahun Masehi. Kenapa?
Tahun Saka 2267 Saka
Perkiraan Hijriah Jumadil Awal – Jumadil Akhir 1777 H
⚠️ Perkiraan, bukan penetapan resmi. Di grid kalender di atas: tanggal bertanda = prediksi hisab (belum isbat) atau perkiraan astronomi murni, tanpa tanda & berwarna hijau = sudah final (rilis resmi/terkonfirmasi Sidang Isbat). Kenapa bisa beda-beda?
Weton Hari Pertama Selasa Kliwon

Pertanyaan Umum

Kenapa Shio Bisa Beda dari "Tahun Masehi"?

Banyak situs kalender (termasuk yang kami cek langsung) cuma nyamain shio dengan tahun Masehi. Padahal pergantian shio yang sebenarnya terjadi di tanggal Imlek (Tahun Baru Cina), yang geser tiap tahun antara 21 Januari sampai 20 Februari — bukan 1 Januari.

Untuk Januari 2346: kami belum punya data Imlek persis untuk tahun 2346. Karena Imlek selalu jatuh di Januari atau Februari, bulan ini berpotensi mengandung 2 shio berbeda — kami nggak bisa pastikan yang mana tanpa data persis.

Kenapa Tanggal Hijriah di Grid Kalender Ada yang Berbintang?

Tanggal Hijriah kecil di pojok tiap sel kalender dihitung lewat tiga lapis sumber, tergantung mana yang tersedia untuk bulan Hijriah tersebut: hasil Sidang Isbat pemerintah, kalender Hijriah tahunan resmi dari Kemenag RI, atau — kalau keduanya belum ada — perkiraan astronomi murni (algoritma Meeus).

Tanggal berwarna hijau tanpa bintang artinya sudah final dan tidak akan berubah lagi. Ini bisa terjadi karena dua alasan: sudah dikonfirmasi lewat Sidang Isbat (khusus bulan Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah — satu-satunya tiga bulan yang benar-benar melalui proses ini), atau karena bulan tersebut memang tidak pernah diisbat sama sekali, jadi begitu kalender resminya diterbitkan, itu sudah dianggap final.

Tanggal berwarna hijau dengan tanda khusus dipakai untuk Ramadan, Syawal, atau Dzulhijjah yang isbat-nya belum berlangsung (sehingga masih mengikuti prediksi hisab Kemenag RI, namun mungkin bergeser satu hari saat isbat). Tanggal abu-abu bertanda berarti kami belum punya data rilis resmi apa pun untuk bulan itu, jadi murni perkiraan astronomi (Meeus). Sebagian bulan di masa depan belum kami lengkapi datanya — bertahap kami perbarui begitu tersedia.