Kalender / 2313 / Januari
Tahun Hijriah Jumadil Awal – Jumadil Akhir 1743 H
Tahun Saka 2234 Saka
Shio Naga/Ular (Tahun Ular)
Total Hari 31 hari
0 Hari Libur Nasional
0 Cuti Bersama
Min
Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab
29
30
31
3 1 Pahing
4 2 Pon
5 3 Wage
6 4 Kliwon
7 5 Legi
8 6 Pahing
9 7 Pon
10 8 Wage
11 9 Kliwon
12 10 Legi
13 11 Pahing
14 12 Pon
15 13 Wage
16 14 Kliwon
17 15 Legi
18 16 Pahing
19 17 Pon
20 18 Wage
21 19 Kliwon
22 20 Legi
23 21 Pahing
24 22 Pon
25 23 Wage
26 24 Kliwon
27 25 Legi
28 26 Pahing
29 27 Pon
30 28 Wage
1 J.Ak 29 Kliwon
2 30 Legi
3 31 Pahing
1

Hari Libur Bulan Ini

Daftar Hari Libur Januari 2313

Berdasarkan SKB 3 Menteri yang berlaku.

Tidak ada hari libur nasional maupun cuti bersama bulan ini.

Tentang Bulan Ini

Januari 2313

Januari 2313 terdiri dari 31 hari, dimulai pada hari Rabu dan diakhiri pada hari Jumat. Status hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2313 belum ditetapkan pemerintah.

Secara perkiraan kalender Hijriah, Januari 2313 mencakup sekitar Jumadil Awal hingga Jumadil Akhir 1743 H (perkiraan kalkulasi — penetapan resmi mengikuti keputusan pemerintah).

Hari pertama bulan ini jatuh pada weton Rabu Pahing dalam kalender Jawa.

Informasi Kalender

Detail Penanggalan Januari 2313

Kalender Jawa, Hijriah (perkiraan), Saka, dan Shio sepanjang bulan ini.

Informasi Nilai
Bulan Januari 2313
Total Hari 31 hari
Tahun Kabisat Bukan tahun kabisat
Shio Naga/Ular (Tahun Ular)
⚠️ Bulan ini berpotensi mengandung 2 shio berbeda (tergantung tanggal Imlek tahun 2313, yang belum kami verifikasi persis) — bukan cuma "Ular" sesuai konvensi tahun Masehi. Kenapa?
Tahun Saka 2234 Saka
Perkiraan Hijriah Jumadil Awal – Jumadil Akhir 1743 H
⚠️ Perkiraan, bukan penetapan resmi. Di grid kalender di atas: tanggal bertanda = prediksi hisab (belum isbat) atau perkiraan astronomi murni, tanpa tanda & berwarna hijau = sudah final (rilis resmi/terkonfirmasi Sidang Isbat). Kenapa bisa beda-beda?
Weton Hari Pertama Rabu Pahing

Pertanyaan Umum

Kenapa Shio Bisa Beda dari "Tahun Masehi"?

Banyak situs kalender (termasuk yang kami cek langsung) cuma nyamain shio dengan tahun Masehi. Padahal pergantian shio yang sebenarnya terjadi di tanggal Imlek (Tahun Baru Cina), yang geser tiap tahun antara 21 Januari sampai 20 Februari — bukan 1 Januari.

Untuk Januari 2313: kami belum punya data Imlek persis untuk tahun 2313. Karena Imlek selalu jatuh di Januari atau Februari, bulan ini berpotensi mengandung 2 shio berbeda — kami nggak bisa pastikan yang mana tanpa data persis.

Kenapa Tanggal Hijriah di Grid Kalender Ada yang Berbintang?

Tanggal Hijriah kecil di pojok tiap sel kalender dihitung lewat tiga lapis sumber, tergantung mana yang tersedia untuk bulan Hijriah tersebut: hasil Sidang Isbat pemerintah, kalender Hijriah tahunan resmi dari Kemenag RI, atau — kalau keduanya belum ada — perkiraan astronomi murni (algoritma Meeus).

Tanggal berwarna hijau tanpa bintang artinya sudah final dan tidak akan berubah lagi. Ini bisa terjadi karena dua alasan: sudah dikonfirmasi lewat Sidang Isbat (khusus bulan Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah — satu-satunya tiga bulan yang benar-benar melalui proses ini), atau karena bulan tersebut memang tidak pernah diisbat sama sekali, jadi begitu kalender resminya diterbitkan, itu sudah dianggap final.

Tanggal berwarna hijau dengan tanda khusus dipakai untuk Ramadan, Syawal, atau Dzulhijjah yang isbat-nya belum berlangsung (sehingga masih mengikuti prediksi hisab Kemenag RI, namun mungkin bergeser satu hari saat isbat). Tanggal abu-abu bertanda berarti kami belum punya data rilis resmi apa pun untuk bulan itu, jadi murni perkiraan astronomi (Meeus). Sebagian bulan di masa depan belum kami lengkapi datanya — bertahap kami perbarui begitu tersedia.