Kalender / 2319 / Februari
Tahun Hijriah Syaban – Ramadan 1749 H
Tahun Saka 2240 Saka
Shio Anjing/Babi (Tahun Babi)
Total Hari 28 hari
0 Hari Libur Nasional
0 Cuti Bersama
Min
Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab
26
27
28
29
30
31
9 1 Wage
10 2 Kliwon
11 3 Legi
12 4 Pahing
13 5 Pon
14 6 Wage
15 7 Kliwon
16 8 Legi
17 9 Pahing
18 10 Pon
19 11 Wage
20 12 Kliwon
21 13 Legi
22 14 Pahing
23 15 Pon
24 16 Wage
25 17 Kliwon
26 18 Legi
27 19 Pahing
28 20 Pon
29 21 Wage
30 22 Kliwon
1 Ram 23 Legi
2 24 Pahing
3 25 Pon
4 26 Wage
5 27 Kliwon
6 28 Legi
1

Hari Libur Bulan Ini

Daftar Hari Libur Februari 2319

Berdasarkan SKB 3 Menteri yang berlaku.

Tidak ada hari libur nasional maupun cuti bersama bulan ini.

Tentang Bulan Ini

Februari 2319

Februari 2319 terdiri dari 28 hari, dimulai pada hari Sabtu dan diakhiri pada hari Jumat. Status hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2319 belum ditetapkan pemerintah.

Secara perkiraan kalender Hijriah, Februari 2319 mencakup sekitar Syaban hingga Ramadan 1749 H (perkiraan kalkulasi — penetapan resmi mengikuti keputusan pemerintah).

Hari pertama bulan ini jatuh pada weton Sabtu Wage dalam kalender Jawa.

Informasi Kalender

Detail Penanggalan Februari 2319

Kalender Jawa, Hijriah (perkiraan), Saka, dan Shio sepanjang bulan ini.

Informasi Nilai
Bulan Februari 2319
Total Hari 28 hari
Tahun Kabisat Bukan tahun kabisat
Shio Anjing/Babi (Tahun Babi)
⚠️ Bulan ini berpotensi mengandung 2 shio berbeda (tergantung tanggal Imlek tahun 2319, yang belum kami verifikasi persis) — bukan cuma "Babi" sesuai konvensi tahun Masehi. Kenapa?
Tahun Saka 2240 Saka
Perkiraan Hijriah Syaban – Ramadan 1749 H
⚠️ Perkiraan, bukan penetapan resmi. Di grid kalender di atas: tanggal bertanda = prediksi hisab (belum isbat) atau perkiraan astronomi murni, tanpa tanda & berwarna hijau = sudah final (rilis resmi/terkonfirmasi Sidang Isbat). Kenapa bisa beda-beda?
Weton Hari Pertama Sabtu Wage

Pertanyaan Umum

Kenapa Shio Bisa Beda dari "Tahun Masehi"?

Banyak situs kalender (termasuk yang kami cek langsung) cuma nyamain shio dengan tahun Masehi. Padahal pergantian shio yang sebenarnya terjadi di tanggal Imlek (Tahun Baru Cina), yang geser tiap tahun antara 21 Januari sampai 20 Februari — bukan 1 Januari.

Untuk Februari 2319: kami belum punya data Imlek persis untuk tahun 2319. Karena Imlek selalu jatuh di Januari atau Februari, bulan ini berpotensi mengandung 2 shio berbeda — kami nggak bisa pastikan yang mana tanpa data persis.

Kenapa Tanggal Hijriah di Grid Kalender Ada yang Berbintang?

Tanggal Hijriah kecil di pojok tiap sel kalender dihitung lewat tiga lapis sumber, tergantung mana yang tersedia untuk bulan Hijriah tersebut: hasil Sidang Isbat pemerintah, kalender Hijriah tahunan resmi dari Kemenag RI, atau — kalau keduanya belum ada — perkiraan astronomi murni (algoritma Meeus).

Tanggal berwarna hijau tanpa bintang artinya sudah final dan tidak akan berubah lagi. Ini bisa terjadi karena dua alasan: sudah dikonfirmasi lewat Sidang Isbat (khusus bulan Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah — satu-satunya tiga bulan yang benar-benar melalui proses ini), atau karena bulan tersebut memang tidak pernah diisbat sama sekali, jadi begitu kalender resminya diterbitkan, itu sudah dianggap final.

Tanggal berwarna hijau dengan tanda khusus dipakai untuk Ramadan, Syawal, atau Dzulhijjah yang isbat-nya belum berlangsung (sehingga masih mengikuti prediksi hisab Kemenag RI, namun mungkin bergeser satu hari saat isbat). Tanggal abu-abu bertanda berarti kami belum punya data rilis resmi apa pun untuk bulan itu, jadi murni perkiraan astronomi (Meeus). Sebagian bulan di masa depan belum kami lengkapi datanya — bertahap kami perbarui begitu tersedia.