Dari enam agama yang diakui secara resmi di Indonesia, umat Kristiani punya empat hari libur nasional yang tersebar sepanjang tahun: Wafat Yesus Kristus, Paskah, Kenaikan Yesus Kristus, dan Natal. Tiga yang pertama sebenarnya saling terkait erat dan mengikuti perhitungan yang sama — hanya Natal yang berdiri sendiri dengan tanggal tetap.

Rangkaian Pekan Suci: Dari Wafat Yesus ke Paskah

Wafat Yesus Kristus — lebih dikenal sebagai Jumat Agung — memperingati peristiwa penyaliban dan kematian Yesus Kristus di Bukit Golgota. Bagi umat Kristiani, ini bukan sekadar peringatan hari duka biasa, melainkan dipandang sebagai pengorbanan terbesar untuk menebus dosa umat manusia — karena itu, meski memperingati kematian, hari ini tetap disebut “Agung”.

Jumat Agung adalah bagian dari rangkaian Pekan Suci (Holy Week) yang lebih panjang, dimulai dari Minggu Palma (memperingati kedatangan Yesus ke Yerusalem, disambut daun palma), dilanjutkan Kamis Putih (memperingati Perjamuan Terakhir Yesus bersama para murid), lalu Jumat Agung, Sabtu Suci (masa penantian, biasanya diisi Vigili Paskah pada malam harinya), dan berpuncak pada Paskah — hari Minggu yang memperingati kebangkitan Yesus Kristus dari kematian pada hari ketiga setelah penyaliban-Nya.

Paskah dipandang sebagai perayaan terpenting dalam kalender liturgi Kristen, karena kebangkitan Yesus dianggap sebagai bukti kemenangan atas dosa dan kematian, sekaligus dasar utama harapan akan kehidupan kekal bagi umat-Nya.

Kenapa Tanggal Paskah Selalu Berubah

Berbeda dari Natal yang tanggalnya tetap, Paskah termasuk “movable feast” — perayaan yang berpindah-pindah tanggal setiap tahun. Aturannya ditetapkan sejak Konsili Nicea tahun 325 Masehi: Paskah dirayakan pada hari Minggu pertama setelah bulan purnama pertama yang terjadi pada atau setelah titik ekuinoks musim semi (sekitar 21 Maret) di belahan bumi utara.

Karena bergantung pada siklus bulan purnama, bukan tanggal tetap, Paskah bisa jatuh kapan saja antara akhir Maret hingga akhir April, dan Jumat Agung — yang selalu jatuh dua hari sebelumnya — ikut bergeser mengikutinya.

Menariknya, ada juga perbedaan perhitungan antara Kekristenan Barat dan Timur soal tanggal Paskah, karena keduanya memakai sistem kalender yang berbeda (Gregorian vs Julian) — sehingga tanggal Paskah Gereja Ortodoks Timur kadang berbeda dari Gereja Barat (Katolik dan Protestan).

Kenaikan Yesus Kristus: 40 Hari Setelah Paskah

Kenaikan Yesus Kristus memperingati naiknya Yesus ke surga, yang menurut tradisi Kristiani terjadi pada hari ke-40 setelah kebangkitan-Nya di hari Paskah. Karena patokannya adalah Paskah, tanggal Kenaikan otomatis ikut bergeser setiap tahun mengikuti perhitungan Paskah tahun tersebut. Peringatan ini juga dikenal dengan nama Hari Kenaikan Isa Al-Masih.

Natal: Satu-satunya yang Tanggalnya Tetap

Berbeda dari tiga peringatan di atas, Natal — memperingati kelahiran Yesus Kristus — selalu jatuh pada tanggal tetap, 25 Desember, setiap tahun tanpa pengecualian. Ini karena Natal tidak mengikuti perhitungan siklus bulan purnama seperti Paskah, melainkan sudah ditetapkan sebagai tanggal tetap dalam kalender liturgi sejak lama.

Natal menjadi salah satu hari raya terpenting dalam kalender liturgi Kristiani, dirayakan dengan ibadah khusus, kumpul keluarga, dan berbagai tradisi yang sudah dikenal luas bahkan di luar komunitas Kristiani sendiri, seperti pohon Natal dan pertukaran hadiah.

Kenapa Perlu Tahu Urutan Ini

Bagi yang merencanakan cuti atau perjalanan, memahami hubungan keempat peringatan ini membantu memprediksi pola libur nasional: begitu tanggal Paskah suatu tahun diketahui, tanggal Jumat Agung (2 hari sebelumnya) dan Kenaikan Yesus Kristus (40 hari sesudahnya) otomatis bisa dihitung — sementara Natal selalu bisa diandalkan jatuh di 25 Desember, memudahkan perencanaan jauh-jauh hari.


Sumber