Isra Miraj dan Maulid Nabi sama-sama hari libur nasional yang berkaitan dengan Nabi Muhammad SAW, dan keduanya kadang membingungkan karena sekilas terdengar mirip. Padahal keduanya memperingati dua peristiwa yang sama sekali berbeda, di bulan Hijriah yang berbeda pula.
Isra Miraj: Perjalanan Satu Malam yang Mengubah Ibadah Umat Islam
Isra Miraj diperingati setiap 27 Rajab, dan terdiri dari dua peristiwa yang terjadi dalam satu malam yang sama:
- Isra — perjalanan malam Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem, menggunakan kendaraan bernama Buraq.
- Miraj — kenaikan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Aqsa menembus tujuh lapis langit hingga mencapai Sidratul Muntaha, titik tertinggi yang bisa dicapai makhluk.
Peristiwa ini terjadi sekitar tahun ke-10 hingga ke-11 masa kenabian, pada periode yang dikenal sebagai “Aam al-Huzn” atau Tahun Kesedihan — masa ketika Nabi Muhammad SAW baru saja kehilangan istrinya, Khadijah, dan pamannya, Abu Thalib, yang selama ini melindunginya dari tekanan kaum Quraisy.
Dalam perjalanan Miraj, Nabi Muhammad SAW bertemu para nabi terdahulu di tiap lapisan langit — mulai dari Nabi Adam di langit pertama hingga Nabi Ibrahim di langit ketujuh — sebelum akhirnya sampai di Sidratul Muntaha. Di sanalah, menurut riwayat yang paling banyak dirujuk ulama, Allah SWT awalnya mewajibkan salat 50 kali sehari semalam. Atas saran Nabi Musa AS yang bertemu Nabi Muhammad di perjalanan turun, beliau berulang kali kembali memohon keringanan, hingga akhirnya kewajiban itu ditetapkan menjadi 5 kali sehari — dengan pahala yang tetap setara 50 kali.
Peristiwa inilah yang menjadi asal-usul kewajiban salat lima waktu, salah satu dari lima rukun Islam, dan satu-satunya ibadah yang menurut banyak ulama diperintahkan langsung oleh Allah kepada Nabi Muhammad tanpa perantara Malaikat Jibril — berbeda dari ibadah lain seperti zakat, puasa, atau haji yang perintahnya turun melalui wahyu di bumi.
Maulid Nabi: Peringatan Hari Kelahiran
Berbeda dari Isra Miraj, Maulid Nabi diperingati setiap 12 Rabiul Awal — memperingati hari lahir Nabi Muhammad SAW di Makkah, yang diperkirakan terjadi sekitar tahun 570–571 Masehi, bertepatan dengan Tahun Gajah.
Menariknya, tanggal wafatnya Nabi Muhammad SAW juga diyakini jatuh pada hari yang sama, 12 Rabiul Awal, meski di tahun yang berbeda (tahun ke-11 Hijriah). Meski begitu, yang diperingati setiap tahun adalah hari kelahirannya, bukan hari wafatnya — karena kelahiran dipandang sebagai anugerah yang patut disyukuri, sementara kepergiannya adalah momen berduka.
Perayaan Maulid Nabi sendiri bukan tradisi yang ada sejak zaman Nabi atau para sahabat langsung, melainkan berkembang beberapa abad setelahnya. Beberapa sejarawan Islam klasik seperti Ibnu Khallikan dan As-Suyuthi mencatat bahwa penyelenggara Maulid pertama yang tercatat adalah Sultan Al-Muzhaffar Abu Sa’id Kaukabri, penguasa Irbil (kini di Irak). Ada pula pandangan lain yang mengaitkan Salahuddin Al-Ayyubi sebagai pemrakarsa, dengan tujuan membangkitkan semangat juang umat Islam pada masa Perang Salib.
Kenapa Tanggal Keduanya Bisa Berbeda Antar Lembaga
Sama seperti hari raya Hijriah lainnya, tanggal pasti Isra Miraj dan Maulid Nabi dalam kalender Masehi bisa berbeda satu hari antara penetapan pemerintah, Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama — tergantung metode hisab atau rukyat yang dipakai. Penjelasan lengkapnya ada di artikel terpisah soal perbedaan hisab dan rukyat.
Tradisi yang Menyertai Kedua Peringatan Ini
Untuk Maulid Nabi, tradisi di Indonesia sangat beragam antar daerah — mulai dari Grebeg Maulud di Yogyakarta, tradisi Tabot di Bengkulu yang melibatkan pengarakan miniatur bangunan, hingga pembacaan shalawat dan kisah hidup Nabi (sirah nabawiyah) di berbagai majelis. Untuk Isra Miraj, peringatan biasanya diisi dengan kajian dan ceramah yang menekankan kembali pentingnya menjaga salat lima waktu sebagai buah langsung dari peristiwa tersebut.
Keduanya, meski berbeda peristiwa dan berbeda bulan, sama-sama menjadi momen bagi umat Islam untuk merenungkan kembali ajaran dan keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.